Mengutip Antara, Jumat, 9 September 2022, kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, tergelincir USD7,60 atau 0,44 persen menjadi USD1.720,20 per ons, setelah menyentuh posisi terendah sesi di USD1.713,70 per ons.
Harga emas berjangka terangkat USD14,9 atau 0,87 persen menjadi USD1.727,80 pada Rabu, 7 September, setelah jatuh USD9,70 atau 0,56 persen menjadi USD1.712,90 pada Selasa, 6 September. Serta melonjak sebanyak USD13,30 atau 0,78 persen menjadi USD1,722,60 pada Jumat, 2 September. Bursa Comex tutup pada Senin, 5 September, untuk libur Hari Buruh AS.
Selama diskusi di konferensi moneter Cato Institute, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan, The Fed sangat berkomitmen untuk menurunkan inflasi, dan Fed menerima tanggung jawab untuk menstabilkan harga-harga, yang didefinisikan sebagai inflasi 2,0 persen dari waktu ke waktu.
| Baca: Airlangga Tekankan Pentingnya Inovasi Industri Properti |
Pernyataan Ketua The Fed yang menegaskan kembali komitmennya terhadap sikap kebijakan hawkish meredam emas, karena mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih tajam oleh bank sentral.
Harga emas berada di bawah tekanan tambahan karena Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran awal AS turun 6.000 ke penyesuaian musiman 222 ribu untuk pekan yang berakhir 3 September, terendah dalam tiga bulan terakhir.
Sementara itu dolar AS melemah di tengah penguatan euro setelah bank sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) memutuskan untuk menaikkan suku bunga utamanya sebesar 75 basis poin.
Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 18,2 sen atau 1,0 persen menjadi USD18,442 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Oktober naik sebanyak USD19,2 atau 2,27 persen menjadi USD866,40 per ons.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda