Gerai Watsons. Foto : Watsons.
Gerai Watsons. Foto : Watsons.

Dukung Keberlanjutan, Watson Luncurkan Gerai Ramah Lingkungan

Ekonomi Amerika Serikat Ritel Ramah Lingkungan Energi Bersih
Eko Nordiansyah • 23 April 2022 15:05
Jakarta: Perusahaan induk Watsons, A.S. Watson (ASW) mendorong bisnis untuk membangun budaya dan perilaku keberlanjutan yang lebih kuat dalam merancang, membangun, mengoperasikan, dan memelihara seluruh gerai. Salah satunya dengan transformasi gerai ritel yang lebih ramah lingkungan dalam Greener Stores Global Framework.
 
Melalui program ini, perusahaan mempercepat transformasi ritel menuju gerai yang memiliki dampak lebih rendah terhadap lingkungan dalam mencapai pengurangan emisi karbon, penggunaan air, dan limbah tempat pemrosesan akhir, serta mempercepat gerakan global menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
 
Group Chief Operating Officer A.S. Watson Group dan CEO A.S. Watson Asia dan Eropa Malina Ngai mengatakan, pihaknya mempercepat perkembangan keberlanjutan dan bergerak menuju masa depan melalui visi membuat setiap gerai menjadi lebih hijau dengan dampak lingkungan yang lebih rendah sepanjang siklus hidupnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kunci dari Greener Stores Global Framework kami adalah upaya untuk menginspirasi budaya berkelanjutan dalam operasi gerai ritel sehari-hari, melibatkan pelanggan dalam memilih produk dan gaya hidup yang lebih sustainable, mempercepat efisiensi energi dan energi terbarukan, meningkatkan penggunaan bahan yang bertanggung jawab dan pengalihan limbah," kata dia dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, 23 April 2022.
 
Green store pertama A.S. Watson adalah toko Superdrug di Pusat Perbelanjaan Serpentine Green Peterborough di Inggris yang dibuka Oktober lalu. Keberlanjutan telah menjadi fokus inti dari proses pengembangan toko dari konsep awal menjadi kenyataan. Gerai ini memiliki papan nama yang sepenuhnya dapat didaur ulang yang terbuat dari benang daur ulang dan botol plastik.
 
Gerai ini juga telah memperkenalkan beberapa fitur keberlanjutan termasuk sistem pendingin udara dengan tingkat efisiensi AAA, target pengelolaan sampah sebesar lima persen ke tempat pemrosesan akhir, dan pengurangan jumlah lampu LED yang menghasilkan penghematan listrik sebesar 37 persen sehingga bisa menghemat 5.800 KWh energi per tahun yang setara dengan pengurahan tahunan sebesar 1,200 kg CO2.
 
Selain itu, Superdrug adalah peritel Inggris pertama yang menyediakan solusi bagi pelanggan untuk mendaur ulang kemasan blister obat kosong di lebih dari 200 apotek. Berkat inisiatif daur ulang 'Little Packs, Big Impact', lebih dari 4,8 juta kemasan blister telah didaur ulang dengan berat lebih dari 10 ribu kg.
 
Sedangkan di Indonesia, Watsons melanjutkan program daur ulang kemasan plastik dengan menyediakan 58 recycling box yang telah merambah ke luar Jabodetabek bekerja sama dengan sejumlah brand dalam gerakan #PlasticReborn. Setiap kemasan sampah plastik yang dikumpulkan per harinya, pelanggan bisa mendapatkan voucher reward untuk berbelanja produk dari brand yang perpartisipasi.
 
Ngai menyimpulkan, program Greener Stores Global Framework di A.S. Watson hanyalah awal dari perjalanan perusahaan yang lebih hijau bersama dengan pelanggan. Menurutnya, A.S. Watson terus meluncurkan inisiatif untuk membuat toko mereka di seluruh dunia lebih sustainable agar lebih ramah lingkungan.
 
"Kami ingin menuntun dengan memberi contoh dalam menetapkan tolok ukur baru untuk ritel kesehatan dan kecantikan, menginspirasi lebih banyak bisnis untuk mengikuti dan menciptakan lebih banyak gerai yang lebih ramah lingkungan yang membantu mengubah ritel untuk memberikan dampak positif bagi planet ini," pungkas dia.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif