Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Covid-19 Meroket, Maskapai Penerbangan Virgin Australia Pangkas Kapasitas 25%

Ekonomi bisnis maskapai Penerbangan Australia Maskapai Asing covid-19 pandemi covid-19
Angga Bratadharma • 11 Januari 2022 13:03
Sydney: Maskapai penerbangan Virgin Australia memutuskan untuk mengurangi kapasitas di seluruh jaringannya sekitar 25 persen untuk sisa Januari dan Februari. Hal itu karena berkurangnya permintaan perjalanan dan staf yang diminta untuk mengisolasi diri karena jumlah kasus covid-19 di Australia meningkat.
 
Mengutip Channel News Asia, Selasa, 11 Januari 2022, maskapai penerbangan yang bersaing dengan Qantas Airways Ltd itu akan memangkas beberapa frekuensi penerbangan dan menangguhkan 10 rute untuk sementara waktu. Tentu harapannya kasus covid-19 bisa segera mereda.
 
Australia pada Senin waktu setempat mencatat satu juta kasus covid-19 terlampaui, dengan lebih dari setengahnya tercatat dalam seminggu terakhir, ketika varian Omicron melanda sebagian besar negara dan meningkatkan jumlah rawat inap dan membebani rantai pasokan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Chief Executive Virgin Australia Jayne HRdlicka mengatakan lonjakan kasus covid-19 telah memengaruhi kepercayaan pelanggan. "Virgin Australia tetap fokus pada pertumbuhan jaringan dan jangkauan konsumen dan akan melanjutkan layanan segera setelah permintaan perjalanan meningkat," katanya.
 
Maskapai itu mengatakan pada November akan menambah tujuh pesawat Boeing Co 737 NG lagi ke armadanya, hampir mengembalikannya ke tingkat pra-pandemi, untuk membantu memenuhi tujuan memperoleh sepertiga pangsa pasar perjalanan domestik Australia.
 
Di sisi lain, Pemerintah Australia akan melanjutkan rencana membuka kembali perekonomian negara. Keputusan ini diambil setelah Negeri Kanguru memandang dampak yang ditimbulkan varian covid-19 Omicron relatif ringan.
 
"Kita harus berhenti memikirkan jumlah kasus dan penyakit serius. Kita harus bisa hidup bersama virus, mengelola kesehatan kita sendiri, dan memastikan kita memantau gejala-gejala itu agar perekonomian tetap berjalan," kata Perdana Menteri Scott Morrison.
 
Menteri Kesehatan Federal Australia Greg Hunt mengatakan, jenis Omicron lebih mudah menular, tetapi juga lebih ringan daripada varian lainnya. Hal itu dinilai Australia mengurangi risiko berbahaya bagi individu terinfeksi. Kendati gejala-gejalanya relatif ringan, Omicron dinilai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dapat membebani sistem rumah sakit di banyak negara.
 
Ketua Dewan Asosiasi Medis Australia New South Wales, Michael Bonning, mengatakan peningkatan signifikan angka rawat inap dan jumlah petugas kesehatan yang terpapar covid-19 cukup memberi tekanan pada kapasitas sistem kesehatan.
 
"Dengan periode Natal ditambah banyaknya pekerja rumah sakit yang dirumahkan karena status kontak dekat mereka, kami kesulitan mengatasi masalah kekurangan staf, terutama di area-area kritis rumah sakit," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif