Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi, Saudi Janji Turunkan Produksi

Ekonomi arab saudi Minyak Mentah OPEC
Antara • 09 Januari 2021 09:28
New York: Harga minyak dunia mencapai level tertinggi dalam hampir setahun pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Harga minyak melonjak sekitar delapan persen selama minggu ini, didukung oleh janji Arab Saudi akan memangkas produksinya.
 
Mengutip Antara, Sabtu, 9 Januari 2021, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret, menetap USD55,99 per barel setelah melonjak sebanyak USD1,61 atau 3,0 persen. Harga minyak telah naik 8,1 persen untuk minggu ini.
 
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari ditutup di USD52,24 per barel, terangkat USD1,41 atau 2,8 persen, juga tertinggi sejak akhir Februari. WTI membukukan keuntungan mingguan sebesar 7,7 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arab Saudi minggu ini menjanjikan pengurangan produksi minyak tambahan secara sukarela sebesar satu juta barel per hari (bph) pada Februari dan Maret sebagai bagian dari kesepakatan yang sebagian besar produsen OPEC akan mempertahankan produksi stabil selama penguncian baru.
 
Kerajaan Arab Saudi, pemimpin de facto Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), berselisih dengan beberapa produsen lain yang ingin meningkatkan produksi untuk mencegah perusahaan AS merebut lebih banyak pangsa pasar. Akhirnya, kesepakatan dicapai untuk memungkinkan Rusia dan lainnya meningkatkan produksi mereka.
 
"Minggu ini Saudi melangkah untuk mencoba mengambil alih pasar dan mengambil alih kepemilikan untuk menstabilkan harga. Sepertinya mereka menjalankan misi lagi untuk menaikkan harga kembali," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.
 
Jumlah rig minyak AS naik untuk ketujuh minggu berturut-turut, naik delapan rig menjadi 275 rig minggu ini, merupakan level tertinggi sejak Mei, menurut perusahaan jasa energi Baker Hughes Co.
 
Para analis mengatakan harga minyak dapat terkoreksi dalam beberapa bulan mendatang jika permintaan bahan bakar tetap dibatasi oleh pandemi. Pembatasan ketat pada perjalanan dan aktivitas lain di seluruh dunia untuk menahan lonjakan kasus covid-19 membebani penjualan bahan bakar, melemahkan prospek pemulihan permintaan energi pada paruh pertama 2021.
 
Pandemi covid-19 mengakibatkan jumlah kematian tertinggi di AS minggu ini, menewaskan lebih dari 4.000 orang dalam satu hari. Tiongkok juga melaporkan kenaikan terbesar dalam kasus harian dalam lebih dari lima bulan. Sementara Jepang mungkin memperpanjang keadaan darurat di luar wilayah Tokyo yang lebih luas.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif