Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR
Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR

Tuan Rumah COP26: 190 Negara Terikat Komitmen untuk Hentikan Pembangkit Listrik Berbahan Batu Bara

Ekonomi Pembangkit Listrik batu bara perubahan iklim COP26 harga batu bara Emisi Gas Rumah Kaca Emisi Karbon Nol Emisi Karbon
Angga Bratadharma • 05 November 2021 09:02
Glasgow: Polandia, Vietnam, Chili, dan negara-negara lain akan berjanji pada Kamis waktu setempat untuk menghentikan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara dan berhenti membangun pembangkit baru. Hal itu dalam kesepakatan yang menurut tuan rumah KTT COP26 Inggris akan mengikat 190 negara dan organisasi.
 
Batu bara adalah bahan bakar fosil yang paling berpolusi dan emisi gas rumah kaca dari pembakarannya adalah kontributor tunggal terbesar terhadap perubahan iklim. Mendorong dunia dari penggunaan batu bara dipandang penting untuk mencapai target iklim yang disepakati secara global.
 
Komitmen penandatangan perjanjian COP26 pada Kamis waktu setempat untuk menghindari investasi di pembangkit batu bara baru di dalam dan luar negeri. Kemudian menghapus pembangkit listrik berbahan bakar batu bara pada 2030-an di negara-negara kaya, dan 2040-an untuk negara-negara miskin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Akhir dari batu bara sudah di depan mata. Dunia bergerak ke arah yang benar, berdiri siap untuk menutup nasib batu bara dan merangkul manfaat lingkungan dan ekonomi dari membangun masa depan yang didukung oleh energi bersih," kata Sekretaris Bisnis dan Energi Inggris Kwasi Kwarteng, dilansir dari Channel News Asia, Jumat, 5 November 2021.
 
Secara terpisah, Powering Past Coal Alliance -kampanye internasional yang bertujuan untuk menghapus bahan bakar secara bertahap- mengatakan telah mendapatkan 28 anggota baru, termasuk Ukraina, yang berjanji berhenti menggunakan bahan bakar pada 2035. Batu bara menghasilkan sekitar sepertiga dari listrik Ukraina tahun lalu.

Polusi pemanasan planet

Faktor-faktor termasuk kekhawatiran atas polusi pemanasan planet dan profil ekonomi yang memburuk untuk pembangkit berbahan bakar batu bara telah membatasi pangsanya di negara-negara barat yang kaya termasuk Inggris, Jerman, dan Irlandia selama beberapa dekade terakhir.
 
Tetapi batu bara masih menghasilkan sekitar 37 persen listrik dunia pada 2019, dan pasokan lokal yang murah dan melimpah berarti bahan bakar mendominasi produksi listrik di negara-negara termasuk Afrika Selatan, Polandia, dan India. Negara-negara ini akan membutuhkan investasi besar mengalihkan industri dan sektor energi mereka ke sumber yang lebih bersih.
 
Jaringan pipa global untuk proyek pembangkit listrik tenaga batu bara baru telah menyusut dalam beberapa tahun terakhir, meskipun Tiongkok, India, Vietnam, dan Indonesia termasuk di antara mereka yang berencana membangun pembangkit listrik tenaga batu bara baru.
 
Inggris tidak mengkonfirmasi apakah negara-negara tersebut akan terlibat dalam janji penghentian batu bara COP26, atau apakah janji Vietnam pada Kamis waktu setempat akan memengaruhi pipa proyek batu bara yang sudah dalam tahap pra-konstruksi.
 
Sedangkan Tiongkok mengatakan pada September akan menghentikan pendanaan pembangkit batu bara di luar negeri, meskipun janji itu tidak mencakup proyek-proyek domestik. Sejumlah pengumuman keuangan diharapkan pada COP26 pada Kamis waktu setempat untuk menyertai janji batu bara.
 
Negara-negara termasuk Inggris dan Amerika Serikat mengumumkan kemitraan senilai USD8,5 miliar dengan Afrika Selatan pada konferensi COP26 pada Selasa waktu setempat, untuk membantu negara itu menghapus batu bara lebih cepat.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif