Ilustrasi. FOTO: RBS
Ilustrasi. FOTO: RBS

Morgan Stanley: Korona Picu Resesi Global

Ekonomi Virus Korona ekonomi dunia ekonomi global Morgan Stanley
Angga Bratadharma • 18 Maret 2020 08:50
New York: Morgan Stanley memperingatkan para investor bahwa pandemi virus korona secara fundamental mengganggu perekonomian dunia. Peringatan itu muncul lantaran virus ini mulai menyebar luas ke seluruh dunia sehingga beberapa negara terus berupaya menghentikan penyebarannya.
 
"Resesi global pada 2020 adalah basis kasus kami. Dengan covid-19 menyebar di Eropa dan AS setelah mengenai Asia, gangguan dan dislokasi dalam ekonomi dan pasar akan memicu kontraksi (tahun ke tahun) dalam pertumbuhan global pada (paruh pertama 2020)," kata Kepala Ekonom Morgan Stanley Chetan Ahya, seperti dikutip dari CNBC, Rabu, 18 Maret 2020.
 
Morgan Stanley yakin Pemerintah Amerika Serikat sedang merespons melalui kebijakan moneter dan fiskal yang akan membantu menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi global pada kuartal ketiga tahun ini. Tapi secara keseluruhan, Ahya mengatakan, pertumbuhan ekonomi global akan melambat menjadi 0,9 persen di tahun ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun perkiraan tersebut terendah sejak krisis keuangan global. "Kali ini akan lebih buruk daripada resesi global di 2001. Sementara respons kebijakan akan memberikan perlindungan terjadinya penurunan secara tajam dengan kerusakan mendasar dari dampak covid-19 dan kondisi keuangan yang lebih ketat memberikan kejutan material bagi ekonomi global," kata Ahya.
 
Perkiraan baru Morgan Stanley menyiratkan adanya kerugian sebesar USD360 miliar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nominal Amerika Serikat.
 
Morgan Stanley memandang PDB triwulanan AS bakal melambat dan tidak akan pulih sampai paruh pertama 2021. Secara khusus, Morgan Stanley meramal, ekonomi AS tumbuh 1,8 persen di kuartal pertama 2020, lalu 0,3 persen di kuartal kedua, kemudian 0,2 persen di kuartal ketiga, dan 0,2 persen di kuartal keempat.
 
Sementara itu, West Virginia menjadi negara bagian ke-50 sekaligus terakhir di Amerika Serikat yang mengonfirmasi kemunculan penyakit virus korona (covid-19). Gubernur Jim Justice mengatakan bahwa pasien positif pertama ini berada di wilayah timur West Virginia.
 
Dikutip dari CNN, pengumuman dari West Virginia muncul setelah angka kematian akibat covid-19 di AS mencapai 100 pada Selasa 17 Maret 2020. Masih di hari yang sama, Illinois melaporkan kematian perdana akibat covid-19. Illinois menjadi satu dari 18 negara bagian AS yang melaporkan kematian terkait virus tersebut.
 
Kini covid-19 telah muncul secara merata AS, dengan angka kematian tertinggi berada di negara bagian Washington, yakni 55 orang. Peringkat kedua dan ketiga berada di negara bagian New York dan California dengan masing-masing 13 dan 12 kematian.

 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif