Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

Wall Street Ditutup Bervariasi, Investor Masih Cerna Data Ekonomi AS

Antara • 02 Desember 2022 07:34
New York: Indeks-indeks utama Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena investor mencerna sejumlah data ekonomi dan menunggu laporan pekerjaan AS November.
 
Melansir Antara, Jumat, 2 Desember 2022, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 194,76 poin atau 0,56 persen menjadi 34.395,01. Indeks S&P 500 turun 3,54 poin atau 0,09 persen menjadi 4.076,57. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 14,45 poin atau 0,13 persen menjadi 11.482,45.
 
Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor keuangan dan konsumen pokok melemah masing-masing 0,71 persen dan 0,47 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor jasa komunikasi naik 0,29 persen, kelompok dengan kinerja terbaik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Reaksi pasar di atas terjadi setelah data menunjukkan ukuran inflasi yang disukai Federal Reserve melambat pada Oktober.
 
Baca juga: Harga Emas Dunia Kian Kinclong

Departemen Perdagangan AS melaporkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS meningkat 0,3 persen pada Oktober, untuk kenaikan 6,0 persen tahun-ke-tahun. Indeks turun dari kenaikan tahunan 6,3 persen yang direvisi naik yang dilaporkan untuk September.
 
Indeks harga PCE inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, naik 5,0 persen selama 12 bulan terakhir, dibandingkan dengan kenaikan tahunan sebesar 5,2 persen pada September.
 
Di tempat lain, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan aktivitas ekonomi di sektor manufaktur mengalami kontraksi pada November untuk pertama kalinya sejak Mei 2020.
 
Sementara, PMI manufaktur November (Indeks Manajer Pembelian) turun menjadi 49 persen dari 50,2 persen yang tercatat di Oktober. Aktivitas manufaktur AS menyusut pada November untuk pertama kalinya dalam 2,5 tahun karena biaya pinjaman yang lebih tinggi membebani permintaan barang, data menunjukkan, bukti kenaikan suku bunga Fed telah mendinginkan perekonomian.
 
Investor sekarang menunggu data penggajian non-pertanian (NFP) pada Jumat untuk petunjuk tentang bagaimana kenaikan suku bunga telah memengaruhi pasar tenaga kerja.
 
Dengan satu bulan tersisa di 2022, indeks S&P 500 telah turun sekitar 14 persen tahun ini, dan Nasdaq telah kehilangan sekitar 27 persen.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif