Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) menghadirkan lebih dari 205 pelaku usaha. Foto: Istimewa.
Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) menghadirkan lebih dari 205 pelaku usaha. Foto: Istimewa.

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Muslim Kini Fokus Bangun Brand dan Cari Pasar Baru

Arif Wicaksono • 29 Agustus 2026 20:41

Tangerang: Muslim LifeFest 2026 tak hanya menjadi ajang berburu produk halal bagi keluarga Muslim. Gelaran yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 28–30 Agustus 2026 ini juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, memperkuat branding, hingga membuka peluang pasar baru.
 

Baca juga: Jelang Harbolnas 2026, Mahasiswa dan UMKM Jadi Sasaran, Ini Program yang Disiapkan

Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) menghadirkan lebih dari 205 pelaku usaha dari lebih dari tujuh kategori dalam pameran tersebut. Kehadiran ratusan pelaku usaha itu membuat Muslim LifeFest menjadi salah satu momentum bagi UMKM untuk bertemu langsung dengan calon konsumen.

Panitia menargetkan sebanyak 45.000 pengunjung hadir selama tiga hari penyelenggaraan. Bagi pelaku UMKM, jumlah tersebut tentu menjadi peluang untuk mengenalkan produk secara langsung, sekaligus membaca respons pasar terhadap produk yang mereka tawarkan.

Muslim LifeFest 2026 juga menjadi puncak dari rangkaian Muslim LifeFair yang sepanjang 2026 telah digelar di sejumlah kota, antara lain Bekasi, Makassar, dan Jakarta. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya KPMI memperluas akses pasar bagi UMKM dan pengusaha Muslim.

Sekretaris Jenderal KPMI Lucky Cahyo Kencono mengatakan, kategori produk yang dihadirkan dalam pameran disesuaikan dengan kebutuhan keluarga Muslim sehari-hari.

“Di sini ada beberapa produk. Ada fashion, food, halal medicine, tour and tourism, dan berbagai kebutuhan halal lifestyle lainnya,” ujar Lucky.

Bagi UMKM, keberadaan berbagai kategori tersebut membuat peluang bertemu konsumen menjadi lebih luas. Produk yang selama ini hanya dipasarkan melalui media sosial atau marketplace bisa diperkenalkan secara langsung kepada pengunjung.

Tidak hanya soal jualan, pameran juga menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk membangun identitas merek. Apalagi, persaingan UMKM saat ini bukan hanya soal harga, tetapi juga bagaimana sebuah produk mampu memiliki karakter dan mudah diingat konsumen.

Bendahara Umum KPMI Teuku Fadhil Aruna mengatakan, penyelenggaraan Muslim LifeFest dapat dimanfaatkan pengusaha untuk memperkuat branding maupun memperkenalkan produk baru.

“Tujuannya adalah untuk memberikan semangat kepada teman-teman UMKM, para pengusaha yang mungkin ingin mem-branding-kan produknya, launching produk, kemudian memperkenalkan brand baru atau merek baru,” terang Fadhil.

Dengan bertemu langsung dengan konsumen, pelaku UMKM juga bisa mendapatkan masukan mengenai produk mereka. Respons tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengembangkan produk, kemasan, strategi pemasaran, hingga menentukan segmen konsumen yang lebih tepat.

Peluang pengembangan usaha dalam Muslim LifeFest juga tidak berhenti pada produk konsumsi. KPMI membawa konsep ekosistem yang mencakup literasi dan edukasi, produksi, pembiayaan, serta pemasaran.

Keempat pilar tersebut diterjemahkan melalui kelas dan talkshow bisnis, area pameran produk, fasilitasi pembiayaan syariah seperti business matching dengan lembaga keuangan syariah, serta akses langsung kepada pasar.

Konsep tersebut relevan dengan kebutuhan UMKM yang tidak hanya membutuhkan tempat untuk berjualan. Banyak pelaku usaha juga membutuhkan pengetahuan bisnis, akses pembiayaan, jejaring, serta kesempatan untuk bertemu konsumen dan mitra potensial.

Dari sisi pengembangan ekonomi syariah, Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia Ndari Suryaningsih mengapresiasi penyelenggaraan Muslim LifeFest 2026.

“Sebenarnya apa yang diselenggarakan ini sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Bank Indonesia juga melakukan kebijakan dalam hal pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dengan tujuan untuk mendorong Indonesia bisa menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia,” ucap Ndari.

Menurut Ndari, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, komunitas, asosiasi, dan pelaku usaha perlu bergerak bersama agar ekosistem ekonomi syariah semakin kuat dan dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia agar menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah global tentunya merupakan hal yang perlu kita kolaborasikan secara bersama-sama dan tidak bisa dikerjakan secara masing-masing,” ujar Ndari.

Pada akhirnya, Muslim LifeFest 2026 menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan mempertemukan penjual dan pembeli. Pelaku usaha juga membutuhkan ekosistem yang menghubungkan produk, edukasi, pembiayaan, branding, dan akses pasar. Bagi UMKM Muslim, ruang seperti ini bisa menjadi momentum untuk naik kelas sekaligus menemukan konsumen baru.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan