Menjelang pelaksanaan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026, Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menyiapkan sejumlah program yang menyasar mahasiswa hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam Kick-off Road to Harbolnas 2026 pada, Kamis, 27 Agustus 2026, Ketua Umum idEA, Budi Primawan, mengungkapkan tiga program yang akan dijalankan, yakni Goes to Campus, lokakarya UMKM, dan Bazar Produk Lokal.
Ketiga program tersebut punya sasaran yang berbeda, tetapi membawa tujuan yang sama, yaitu memperluas keterlibatan masyarakat dalam ekosistem perdagangan digital.
Mahasiswa Diajak Melihat E-Commerce sebagai Peluang Usaha
Program pertama yang disiapkan idEA adalah Goes to Campus. Lewat kegiatan ini, mahasiswa akan diajak melihat e-commerce bukan hanya sebagai tempat membeli barang secara online, tetapi juga sebagai salah satu wadah untuk memulai dan mengembangkan usaha.“Kami akan melakukan kegiatan Goes to Campus. Upaya ini untuk mengajak mahasiswa melihat e commerce sebagai salah satu wadah untuk berusaha,” ujar Budi dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Langkah tersebut membuka perspektif bahwa platform digital bisa dimanfaatkan dari sisi pelaku usaha, bukan hanya konsumen. Mahasiswa yang selama ini menjadi pengguna platform e-commerce juga akan diperkenalkan pada peluang untuk menjadikannya sebagai bagian dari aktivitas bisnis.
| Baca Juga: Harbolnas 2025 Sudah Dimulai, Diskon Gila-Gilaan Hingga 90% |
UMKM Dibekali Kemampuan Berniaga di E-Commerce
Sasaran berikutnya adalah pelaku UMKM melalui program lokakarya. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan sekaligus meningkatkan kapabilitas dan kemampuan pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan perdagangan melalui e-commerce.“Kedua, mengadakan lokakarya bagi UMKM agar memperoleh pengetahuan, peningkatan kapabilitas, dan kemampuan berniaga di e-commerce,” ungkap Budi.
Program tersebut menjadi penting karena masuk ke e-commerce bukan sekadar soal mengunggah produk dan menunggu pembeli datang. Pelaku UMKM perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan ekosistem digital agar produk yang mereka tawarkan bisa semakin dikenal dan memiliki peluang pasar yang lebih luas.
Bazar Produk Lokal Jadi Jalan Perluas Pasar UMKM
Program ketiga adalah Bazar Produk Lokal yang ditujukan untuk semakin memperkenalkan produk dalam negeri kepada masyarakat. Selain menjadi ruang promosi, kegiatan ini juga diarahkan untuk membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para mitra UMKM.“Terakhir, Bazar Produk Lokal untuk makin memperkenalkan produk lokal ke masyarakat sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para mitra UMKM,” jelas Budi.
Upaya memperluas pasar produk lokal ini punya momentum yang cukup besar. Seperti diketahui, pada Harbolnas 2025, total transaksi tercatat mencapai Rp36,4 triliun, naik 17 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp31,2 triliun, sementara produk lokal menyumbang Rp16,6 triliun atau sekitar 45 persen dari total transaksi. (Wisa Irena Br Sitepu)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda