Foto: Grafis Medcom.id
Foto: Grafis Medcom.id

Ini 10 Pekerjaan Paling Dibutuhkan Setelah Pandemi

Ekonomi lapangan pekerjaan ketenagakerjaan Kemenaker
M Iqbal Al Machmudi • 24 November 2020 18:26
Jakarta: Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemenaker Bambang Satrio Lelono mengungkapkan terdapat 10 jenis pekerjaan yang paling banyak dibutuhkan setelah pandemi.
 
"Dari hasil survei yang dilakukan Kemenaker terdapat 10 pekerjaan yang paling dibutuhkan. Hal ini berdasarkan kebiasaan baru denga npemanfaatan teknologi yang semakin luas sehingga cara kerja harus berubah," kata dia, saat launching hasil Analisis Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Perluasan Kesempatan Kerja dan Implikasinya yang diadakan Kementerian Ketenagakerjaan, Selasa, 24 November 2020.
 
Adapun 10 pekerjaan tersebut ialah:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


1. Profesional penjualan, pemasaran dan humas sebanyak 18,7 persen perusahaan membutuhkan pekerjaan tersebut.
2. Pekerja penjualan sebesar 13,5 persen.
3. Teknisi operasi TIK dan pendukung pengguna 4,4 persen.
4. Pengemudi mobil, van, dan sepeda motor 3,8 persen.
5. Tenaga perkantoran umum 3,8 persen.
6. Operator mesin stasioner 3,2 persen.
7. Buruh pertambangan dan konstruksi 3,1 persen.
8. Pekerja instalasi dan reparasi peralatan listrik 2,8 persen.
9. Profesional administrasi 2,4 persen.
10. Pekerja kasar lainnya 2,3 persen.
 
Bambang mengungkapkan setelah pandemi banyak perusahaan membutuhkan keterampilan teknologi untuk menunjang pekerjaan. Selai itu keterampilan fisik dan manual, keterampilan sosial dan emosional juga menjadi penting.
 
"Keterampilan lainnya yakni keterampilan kognitif lanjutan dan keterampilan kognitif dasar," ujar Bambang.
 
Secara umum pelatihan dan pendidikan berbasis teknologi merupakan keterampilan yang diinginkan banyak perusahaan pada masa pandemi covid.
 
"Tentunya ini tidak terlepas dari pola kerja baru dengan membawa teknologi informasi. Pelatihan yang berkaitan dengan teknologi ialah digital marketing, pembuatan konten promosi di media sosial, dan lainnya," pungkasnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif