Ilustrasi kawasan Danau Toba. Foto: AFP/Goh Chai Hin.
Ilustrasi kawasan Danau Toba. Foto: AFP/Goh Chai Hin.

Omzet Meningkat, Produk Ekonomi Kreatif Danau Toba Mulai Mendunia

Ekonomi Ekonomi Kreatif Kemenparekraf danau toba
Ade Hapsari Lestarini • 05 Juli 2021 19:13
Jakarta: Pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di kawasan Danau Toba kini memasuki era baru digitalisasi penjualan produk mereka dalam rangka meningkatkan perekonomian dan efektivitas penjualan. Mereka kini mampu menghasilkan produk berkualitas dan siap bersaing dengan produk-produk kreatif lainnya.
 
Produk ekraf ini digelontorkan melalui program Beli Kreatif Danau Toba (BKDT), kegiatan yang diinisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Barekraf) sebagai bagian dari program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) 2021 dan didukung kementerian terkait ini telah menaikkan level pelaku ekraf Danau Toba, Sumatra Utara.
 
Sebagai langkah awal program tersebut, pelaku ekraf di Beli Kreatif Danau Toba diberikan pendampingan dan pelatihan sejak Maret 2021. Beragam kegiatan pendukung juga dilaksanakan dengan menghadirkan para tenaga ahli dibidangnya. Sebanyak 200 pelaku ekraf antusias mengikuti beragam program tersebut, karena dampak pandemi covid-19 membuat penjualan mereka merosot dan mereka ingin produknya lebih dikenal dan mudah didapatkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama masa program Beli Kreatif Danau Toba, para pelaku ekraf mendapatkan pelatihan dan pendampingan secara offline dan online untuk peningkatan PDB/omzet, penyerapan, dan perluasan akses ekspor untuk mengoptimalkan penjualan dan memperluas pasar.
 
"Hal ini tentu tidak terlepas dari bantuan para stakeholder yang turut memberikan pendampingan terhadap Danau Toba dan sekitar Sumatra Utara," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, saat Silaturahim Penutupan Program Beli Kreatif Danau Toba 2021, dikutip Senin, 5 Juli 2021.
 
Menurut dia, Kemenparekraf berterima kasih ke berbagai pihak seperti Kementerian Keuangan terutama dirjen pajak, direktorat bea dan cukai, PKN STAN, PT ASDP yang sudah memberikan pelatihan, serta PT Pos Indonesia atas program kerja sama gratis ongkirnya.
 
"Para stakeholder telah memberikan kontribusi atas kenaikan omzet para artisanal hingga mencapai rata-rata kenaikan omzet lebih dari 100 persen per bulan," papar Sandiaga.
 
Adapun materi Bimbingan Teknologi yang didapat oleh pelaku ekraf antara lain Branding & Trust, Pemasaran Digital, Menyusun Keuangan, Manfaatkan aplikasi untuk finansial, dan Perpajakan. Materi Kelas Online yang didapat oleh pelaku ekraf antara lain; Menyusun HPP dan BEP, Laporan keuangan, Analisa laporan keuangan, Bedah Kasus Kuliner, Bedah Kasus Fesyen dan Bedah Kasus Kriya.
 
Adanya Rumah Kreatif Danau Toba sebagai sarana untuk pelaku ekraf BKDT, bisa membantu untuk konsultasi langsung dengan para pendamping, memfasilitasi produksi konten untuk membantu para ekraf, dan juga menyediakan ruang galeri untuk memamerkan produk- produknya.
 
Para pelaku Ekraf juga mendapat fasilitas gratis ongkir untuk pengiriman barang dari kampanye #BOBB (Bebas Ongkir Bebas Belanja) hasil kerja sama Kemenparekraf dengan PT Pos Indonesia yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Pelaku Ekraf Beli Kreatif Danau Toba selama masa pendampingan dan pelatihan ini telah berhasil meningkatan penjualan.
 
Selain dampak dari peningkatan penjualan, program ini juga berhasil menciptakan adanya penambahan tenaga kerja selama masa program berlangsung, sebelum pendampingan hanya 200 dan setelah pendampingan menjadi 800 tenaga kerja. Program Beli Kreatif Danau Toba ini berhasil menaikkan omzet untuk 200 pelaku ekraf sebanyak Rp22,7 miliar selama masa program ini berlangsung.
 
Adapun dampak positif dari program BKDT ini, seperti penambahan jumlah reseller dari para pelaku ekraf ini, sebelum pendampingan hanya 1,536 dan setelah pendampingan menjadi 3,215. Para pelaku ekraf Beli Kreatif Danau Toba sudah menjalin kerja sama dengan beberapa marketplace dalam negeri dan mancanegara.
 
Hal ini terlihat dari jumlah toko online pelaku ekraf yang berkembang menjadi 101 toko online di Tokopedia, 78 toko online di Shopee, delapan toko online di Lazada, 37 toko online di BukaLapak, 14 toko online di Blibli, 36 toko online di e-bay, dan 10 toko online di Poptron (marketplace dari luar negeri). Begitu juga dengan kerja sama dengan transportasi online, jumlahnya berkembang menjadi 22 toko online di Grabfood dan 22 toko online di gofood.
 
Program BKDT juga turut mendukung program pemerintah dalam membatasi mobilitas masyarakat, yaitu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Selama penerapan PPKM, penjualan produk ekraf danau Toba juga meningkat, sistem penjualan online memudahkan masyarakat untuk bertransaksi tanpa harus bersentuhan secara langsung. Sehingga menambah motivasi mereka untuk terus berinovasi.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif