Ilustrasi foto gamdum. Foto: AFP/Spencer Platt.
Ilustrasi foto gamdum. Foto: AFP/Spencer Platt.

Industri Makanan Bertahan di Tengah Pandemi

Ekonomi Wirausaha industri makanan Dunia Usaha roti
Ade Hapsari Lestarini • 24 September 2021 13:52
Jakarta: Pandemi covid-19 hingga kini masih terus menjadi hal mengkhawatirkan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Berbagai sektor kehidupan ikut terdampak akibat virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok ini.
 
Tak terkecuali dunia usaha. Kestabilan ekonomi yang tidak menentu saat ini menyebabkan banyak pelaku bisnis harus berpikir keras dan mencari solusi agar bisa terus bertahan selama pandemi.
 
Sejak covid-19 masuk ke Indonesia 2020 lalu, banyak usaha yang mengalami kebangkrutan dan akhirnya harus gulung tikar karena terus mengalami kerugian. Meski begitu, masih ada usaha-usaha yang mampu membuktikan eksistensinya di dunia bisnis meski dilanda badai pandemi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu bisnis yang masih terus bertahan adalah bisnis makanan dan minuman Amor Cakes & Bakery. Selera pasar menjadi salah satu alasan usaha roti ini masih bertahan hingga saat ini. Makanan berbahan gandum tersebut diyakini menjadi salah satu makanan sehat yang cocok dikonsumsi pada saat pandemi.
 
"Amor Cakes & Bakery mampu bertahan di tengah pandemi karena roti menjadi salah satu makanan yang digemari masyarakat," ujar Manager Marketing Amor Cakes & Bakery Arygia Pebrisa, Jumat, 24 September 2021.
 
Selain mempertahankan kualitas dan cita rasa produk, lanjutnya, sebuah bisnis khususnya di bidang makanan, strategi penjualan yang baik juga menjadi penentu agar bisa terus bertahan dalam kondisi apapun.
 
Telah mengantongi sertifikat halal, Amor Cakes & Bakery terus melakukan inovasi dan ekspansi jaringan usahanya dengan meluncurkan program Business Partnership yang dinilai dapat menjadi solusi bisnis bagi siapa saja yang ingin bergabung, terutama di masa pandemi seperti sekarang ini.
 
Penerapan sistem Return of Investment (ROI) memungkinkan para mitra bisnis yang tergabung di program ini mendapatkan passive income yang menarik.
 
Perusahaan telah berdiri sejak 10 tahun yang lalu dan memiliki 21 outlet yang tersebar di beberapa kota, dan berencana mengembangkan bisnisnya secara nasional dengan menawarkan pola kemitraan dengan dua model kerja sama, yakni Gold Model dan Platinum Model.
 
"Tidak perlu jago bisnis, karena akan dioperatori oleh kami. Para mitra sebagai pemilik modal akan mendapat sharing fee hingga 70 persen," ujar Arygia.
 
Selain menawarkan berbagai keunggulan seperti kualitas rasa yang terjamin dan tim bisnis yang lengkap, Arygia menambahkan, produk-produk dari usaha yang pernah meraih penghargaan Sidhakarya Jawa Barat ini dilakukan secara tersentral dan telah bersertifikat ISO 9001 2012.
 
"Kami akan terus mengembangkan platform penjualan secara online dan memaksimalkan digital marketing," kata Arygia.
 
Selain itu, dia sebutkan, faktor lain yang tak kalah penting dalam meningkatkan bisnis adalah pelayanan.
 
"Konsep pelayanan, one customer one smile akan dijalankan di setiap area untuk memenuhi hasrat dan kebutuhan konsumen akan pelayanan terbaik," pungkas Arygia.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif