Ilustrasi. Dimulai sejak 2015, saat itu, Ardiansah dan Tekad melihat adanya peluang bisnis di pakan ternak kambing dan domba. (Foto: Antara/Anis Efizudin)
Ilustrasi. Dimulai sejak 2015, saat itu, Ardiansah dan Tekad melihat adanya peluang bisnis di pakan ternak kambing dan domba. (Foto: Antara/Anis Efizudin)

Petani Milenial Penerima PWMP Kementan Kompak Jalani Bisnis Peternakan

Ekonomi berita kementan
Gervin Nathaniel Purba • 22 Mei 2020 00:23
Jakarta: Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) merupakan program Kementerian Pertanian (Kementan) yang telah melahirkan banyak pengusaha muda pertanian.
 
PWMP menjadi salah satu program untuk mewujudkan target 2,5 juta petani milenial dalam waktu lima tahun. Beberapa penerima program tersebut juga terlihat kompak dalam mengembangkan usahanya.
 
Salah satu pengusaha yang saat ini sudah berhasil adalah Tekad Urip Sujarnoko dan Ardiansah. Keduanya merupakan alumni Fakultas Peternakan IPB yang merintis usaha produksi pakan ternak yang diberi nama PT Agro Apis Palacio.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP Kementan Idha Widi Arsanti dan tim PWMP Polbangtan Bogor mendapat kesempatan untuk berkunjung ke salah satu lokasi usahanya di Bogor. Mereka didampingi Iwan, selaku dosen pembimbing PWMP Fakultas Peternakan IPB.
 
“Awalnya memang berdedikasi untuk domba dan kambing. Tapi sekarang sudah mulai banyak jenis lain. Mulai dari sapi, kelinci, dan lele. Lele ini ada di fasilitas kami yang ada di Lebak, Banten. Tempat usaha kami juga ada di Magetan,” ujar Ardiansah, dikutip keterangan tertulis, Kamis, 21 Mei 2020.
 
Usaha ini dirintis pada 2015. Saat itu, Ardiansah dan Tekad melihat adanya peluang bisnis di pakan ternak kambing dan domba. “Ketika tidak banyak pabrik pakan lain yang berfokus ke situ. Mungkin masih dirasa kurang ekonomis ke domba dan kambing,” ujar Ardiansah.
 
Saat ini, kapasitas produksi PT Apis per bulan kurang lebih mencapai 300 ton. Ardiansah mengaku, untuk pasar terbesar masih di Jawa Barat dan Jabodetabek walaupun di Jawa Timur sudah mulai besar statistik permintaannya. Omzet PT Apis periode ini sudah mencapai Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar per bulannya.
 
Lima tahun berjalannya usaha, PT Apis terus berkembang dan saat ini sudah memiliki unit usaha lain. Seperti farm, pengolahan limbah, dan produksi susu. Bahkan sudah menembus pasar ekspor ke Oman, Somalia.
 
Selain produksi pakan, terdapat unit usaha lain. Dalam pengembangannya, Ardiansah dan Tekad merangkul banyak pengusaha muda lainnya untuk bekerja sama dengan sistem joint venture, di antaranya Richard yang memiliki usaha peternakan domba dan Praselta yang memiliki usaha aqiqah.
 
“Kami kemarin sudah supply ternak sepulau Jawa ya,” kata Ardiansah terkait kerja samanya dengan Richard. Richard juga merupakan salah satu alumni IPB yang menerima manfaat PWMP pada 2019. Saat ini, ternak di kandangnya mencapai 200 ekor domba untuk tujuan perbesaran. Sumber pakan untuk ternaknya berasal dari PT Apis dan fermentasi rumput yang diproduksi mandiri
 
Berbeda dengan Ardiansah dan Ricard, Praselta bersama kedua temannya (Andi dan Dzaky) menekuni usaha di bidang aqiqah yang diberi nama Aqiqah Dinar. Domba yang digunakan berasal dari kandang sendiri, yang didukung oleh kedua rekanannya.
 
“Per bulannya bisa potong domba sekitar 80 ekor,” kata Praselta.
 
Demi menjaga kualitas produknya, domba dan kambing yang digunakan berada di bawah pengawasan dokter hewan, serta pemotongan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) berstandar ISO. “kami melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar lokasi produksi dan memberikan pelatihan kepada SDM yang kami miliki.”
 
“Itulah bedanya pengusaha zaman dulu dan pengusaha muda. Kalau zaman dulu, usaha dianggap sebagai kompetisi. Kalau pengusaha muda ini, justru menghilangkan kata kompetisi, yang ada kolaborasi, sinergi,” ujar Iwan.
 
Menurutnya, baik Ardiansah, Praselta, maupun Ricard, tidak pernah pelit membagikan ilmunya untuk sesama alumni IPB. “Tentu saja keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan PWMP Kementerian Pertanian. Kami akan mendukung petani milenial ini untuk terus berkembang," ucapnya.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif