Pelaku UMKM Perempuan. Foto: MI.
Pelaku UMKM Perempuan. Foto: MI.

Jalin Edukasi Pelaku UMKM Perempuan agar Terhindar dari Penipuan Digital

Arif Wicaksono • 18 Oktober 2026 17:57
Ringkasnya gini..
  • Peningkatan transaksi digital membawa kemudahan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
  • Namun, di balik peluang tersebut, risiko penipuan juga perlu diwaspadai, terutama oleh perempuan yang mengandalkan transaksi digital untuk menjalankan usaha dan mengelola keuangan keluarga.

Jakarta: Peningkatan transaksi digital membawa kemudahan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, di balik peluang tersebut, risiko penipuan juga perlu diwaspadai, terutama oleh perempuan yang mengandalkan transaksi digital untuk menjalankan usaha dan mengelola keuangan keluarga.

PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin), bagian dari Danantara Indonesia, berupaya meningkatkan kewaspadaan tersebut melalui Gerakan Ibu Cek Dulu. Program ini menyasar perempuan pelaku UMKM dengan memberikan edukasi mengenai keamanan transaksi digital.

Kegiatan perdana gerakan tersebut digelar di Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Sebanyak 100 perempuan mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Jalin bersama T.CARE.
 

Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari perempuan pemilik UMKM, ibu rumah tangga yang menjalankan usaha, kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), hingga anggota komunitas perempuan.

Melalui program ini, peserta mempelajari cara mengidentifikasi transaksi mencurigakan, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta menentukan tindakan yang tepat ketika menghadapi indikasi penipuan.

Upaya tersebut dilakukan di tengah pertumbuhan penggunaan layanan keuangan yang belum sepenuhnya diikuti peningkatan pemahaman masyarakat. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 93,61 persen, sedangkan indeks literasi keuangan tercatat sebesar 69,57 persen.

Perbedaan 24,04 poin persentase antara kedua indeks itu memperlihatkan pentingnya memperkuat pemahaman masyarakat agar dapat memanfaatkan layanan keuangan secara bijak sekaligus mengenali risiko yang menyertainya.

Pertumbuhan transaksi digital turut memperbesar kebutuhan tersebut. Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi pada Agustus 2026, meningkat 40,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tengah perkembangan itu, pelaku UMKM perlu mewaspadai sejumlah modus penipuan yang dapat muncul dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Contohnya meliputi bukti transfer palsu, tautan yang mengatasnamakan penyedia layanan keuangan, hingga permintaan kode one-time password (OTP).

Jika tidak dikenali, penipuan tersebut dapat mengganggu arus kas usaha dan berdampak pada kondisi keuangan keluarga. Karena itu, kemampuan menjaga keamanan transaksi menjadi bagian penting dari kesiapan pelaku usaha dalam memanfaatkan ekonomi digital.

Perluas Edukasi melalui Duta Keamanan Digital

Untuk memberikan pemahaman yang aplikatif, Gerakan Ibu Cek Dulu menghadirkan sesi Digital Safety Academy. Dalam sesi ini, peserta mempelajari keamanan transaksi melalui simulasi kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Materi yang diberikan mencakup pengenalan modus penipuan, langkah pencegahan, pengamanan akun, serta pemanfaatan kanal pengaduan resmi ketika terjadi masalah.

VP Corporate Secretary Jalin Putu Agnia mengatakan, pengembangan infrastruktur pembayaran perlu disertai peningkatan kemampuan masyarakat dalam menjaga keamanan saat bertransaksi.

“Sebagai penyelenggara infrastruktur sistem pembayaran nasional, Jalin ingin memastikan kemajuan teknologi pembayaran diimbangi dengan peningkatan literasi keamanan digital. Bagi perempuan pelaku UMKM, kemampuan ini penting untuk melindungi transaksi, keberlangsungan usaha, dan keuangan keluarga,” ujar Putu.

Selain memberikan edukasi secara langsung, Jalin mengembangkan pendekatan berbasis komunitas melalui Digital Safety Ambassador Activation. Program ini telah membentuk lebih dari 100 duta keamanan digital yang akan membantu menyebarkan pengetahuan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

Para duta akan mendapatkan perangkat edukasi berupa Digital Safety Toolkit serta pendampingan untuk mendukung kegiatan sosialisasi. Setiap duta ditargetkan mengedukasi sedikitnya lima orang, sehingga program ini diharapkan dapat menjangkau 500 penerima manfaat tambahan di luar 100 peserta awal.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat edukasi keamanan digital tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut melalui pertukaran pengetahuan di lingkungan keluarga dan komunitas.

Jalin juga menargetkan Gerakan Ibu Cek Dulu dapat diperluas ke berbagai wilayah di Indonesia. Perluasan program akan diarahkan pada komunitas perempuan pelaku UMKM yang membutuhkan peningkatan pemahaman mengenai keamanan transaksi digital, dengan melibatkan mitra lokal.

“Kami ingin Gerakan Ibu Cek Dulu berkembang menjadi gerakan bersama yang tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Harapannya, semakin banyak perempuan pelaku usaha yang mampu melindungi diri dan membagikan pengetahuan kepada komunitasnya, sehingga manfaat ekonomi digital dapat dirasakan dengan lebih aman dan berkelanjutan,” tambah Putu.

Gerakan ini menjadi bagian dari upaya Jalin memperluas manfaat infrastruktur pembayaran bagi masyarakat. Menjelang satu dasawarsa kiprahnya pada November 2026, Jalin mengusung tema “Menghubungkan Negeri” dengan komitmen memperkuat ekosistem pembayaran nasional yang terintegrasi, aman, dan inklusif.

Melalui semangat “Melayani Sepenuh Hati”, Jalin berupaya memastikan pengembangan sistem pembayaran tidak hanya mendukung konektivitas ekonomi, tetapi juga meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menggunakan layanan digital secara aman. Pemberdayaan perempuan pelaku UMKM menjadi salah satu langkah untuk mendorong partisipasi yang lebih terlindungi dalam ekonomi digital.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan