Salah satunya Bambang Tri Mulyono, pemilik usaha Bakmi Jawa Mbah Hardjo ini menjadi salah satu UMKM yang terkena imbas pandemi. Namun, berkat inovasi yang dilakukan serta didampingi oleh PT Pertamina (Persero), usahanya kini berangsur mulai normal kembali.
"Produk saya ini juga semakin dikenal banyak pelanggan bukan hanya di sekitar Yogyakarta saja, tapi di Jakarta dan kota-kota lainnya, bahkan sudah sampai Jeddah, Arab Saudi, berkat pameran UMKM yang disponsori oleh Pertamina di sana," kata Bambang dalam keterangan resminya, Minggu, 24 Januari 2021.
Bambang menjelaskan Pertamina juga senantiasa memberikan kesempatan pelatihan untuk mitra binaan seperti cara mengelola keuangan hingga pemasaran secara daring. Bahkan Pertamina juga kerap membantu usaha mitra binaannya bertahan di tengah pandemi covid-19. Terakhir, ia mengikuti program Pertamina UMKM Academy Fast Track dan berhasil lulus karena dianggap telah naik kelas.
Lalu, bagaimana cerita Bambang dalam memulai bisnisnya? Pelaku usaha kuliner di Jalan Keloran Nomor 8 Senggotan, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta itu memulai usahanya pada 2009. Dimulai dari resto bakmi Jawa biasa, lambat laun tercipta inovasi produk bakmi Jawa kemasan kaleng yang mungkin menjadi yang pertama dan masih satu-satunya hingga saat ini.
"Kami ingin bakmi Jawa Mbah Hardjo ini bisa dinikmati semua konsumen di manapun berada. Jadi harus tahan lama. Hingga akhirnya tercipta formula ini dengan masa kedaluwarsa hingga satu tahun. Dan sampai saat ini sudah ada 14 jenis makanan kaleng," tutur Bambang.
Bambang bilang tidak hanya Bakmi Jawa, terdapat menu lain seperti rica ayam kampung, sarden tuna, tengkleng domba, sate goreng domba, tongseng domba, dan domba lada hitam.
Dengan kemasan tahan lama ini, Bambang memasarkan produknya hingga ke wilayah di Indonesia. Salah satunya dengan bantuan media sosial dan marketplace dengan nama Bakmi Jawa Kaleng Mbah Hardjo. Dengan inovasi yang dilakukan, ia mampu meraup omzet sekitar Rp50 juta-Rp60 juta per bulannya. Dibantu oleh tujuh orang ibu rumah tangga, Bambang mampu memenuhi permintaan pasar dengan tetap mengimplementasikan ESG dibidang sosial.
Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina Agus Suprijanto menambahkan Pertamina mengapresiasi inovasi unik yang dilakukan Bambang. Menurut Agus, hal itu dapat meningkatkan daya saing produk dan membuat UMKM itu naik kelas.
"Terpenting usaha ini telah banyak membantu banyak orang melalui lapangan pekerjaan yang disediakan. Sehingga dapat menjadi salah satu implementasi poin delapan SDGs," jelas Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News