Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Awas! Penipu Incar Pelaku UMKM, Ini Tips Jaga Usaha Anda

Ade Hapsari Lestarini • 03 Oktober 2022 19:20
Jakarta: Digitalisasi menyederhanakan banyak hal, termasuk membantu para pelaku UMKM dalam kegiatan operasional mereka sehari-hari. Namun, seiring dengan meningkatnya digitalisasi di sektor jasa keuangan, saat ini jenis penipuan online dan kejahatan siber yang menargetkan pelaku usaha pun berpotensi semakin meningkat.
 
Dengan cara yang sangat ilmiah dan tepat sasaran, penipu mengincar data pribadi perbankan pelaku usaha untuk mengambil alih dan menguras uang dari akun rekening. Atau bahkan sengaja memanfaatkan kelalaian pelaku usaha dalam bertransaksi digital.
 
Masalah ini diperparah dengan masih sangat sedikit masyarakat Indonesia yang menyadari tindakan penipuan dengan skema tersebut. Forum Ekonomi Dunia memperkirakan hanya 0,05 persen dari semua kejahatan online yang dilaporkan. Inilah yang membuat penipuan online semakin merajalela.

Adapun modus-modus penipuan yang biasanya terjadi yakni:

  1. Iklan di media sosial/website ataupun pesan melalui telepon/WhatsApp (bukan melalui aplikasi) yang seolah-olah resmi dari perusahaan penyedia jasa keuangan.
  2. Penipu biasanya mengiming-imingi korban dengan penawaran menarik seperti "bebas biaya admin", "menangkan hadiah/undian", atau bahkan pemberian "bukti pembayaran palsu" dari pembeli kepada penjual.
  3. Seringkali penipu memburu-buru, mendesak bahkan memaksa korban agar segera mengklik tautan, mengisi dokumen ataupun memberikan OTP, user name, password, PIN, dan data pribadi penting lainnya seperti Nama Ibu Kandung dan KCP Pembuatan Akun Bank.
Belajar dari modus-modus penipuan tersebut, BukuWarung mengajak seluruh pelaku UMKM untuk cermat dalam mengenali modus-modus kejahatan siber, agar tidak tertipu.
 
Baca juga: Hindari Social Engineering, Masyarakat Diimbau Tidak Asal Klik Link dan Unduh Aplikasi

"Kami mengamati seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial dan layanan pembayaran digital oleh pelaku usaha di Indonesia, diikuti juga dengan meningkatnya potensi penipuan online melalui dua layanan tersebut. Kami meminta pelaku usaha untuk lebih berhati-hati terhadap modus-modus penipuan yang menargetkan mereka," ujar kata Vice President of Operations BukuWarung, Romy Williams, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 3 Oktober 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Romy, BukuWarung berkomitmen untuk terus meningkatkan edukasi perlindungan konsumen kepada pengguna serta menciptakan platform yang aman melalui teknologi.
 
Platform keuangan all-in-one untuk UMKM terkemuka di Indonesia ini juga telah menyediakan fitur Verifikasi Akun yang dilengkapi teknologi biometrik terkini. Verifikasi ini dilaksanakan oleh VIDA, yang telah terdaftar sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Berikut tips-tips menjaga usaha Anda dari penipuan:

Stop
  1. Jika Anda menerima permintaan untuk melakukan pembayaran atau memberikan informasi keuangan, luangkan waktu sejenak untuk berhenti dan berpikir terlebih dahulu.
  2. Selalu jaga kerahasiaan dan keamanan data dengan tidak memberikan informasi data pribadi kepada siapa pun.
  3. BukuWarung tidak pernah meminta kode OTP, password, PIN akun bank, dan data pribadi apapun yang bersifat rahasia.
Periksa dulu
 
Mungkinkah penawaran atau pembayaran ini palsu? Verifikasi langsung semua penawaran ataupun pembayaran dengan perusahaan penyedia jasa keuangan melalui akun media sosial, website atau nomor telepon resmi yang dikenal terlebih dahulu. Berhati-hati atas akun-akun media sosial, website dan nomor telepon palsu yang melakukan pencatutan nama dan logo perusahaan resmi. Cek akun, website dan nomor telepon resmi BukuWarung di link ini.
 
Jaga bersama
  1. Cek push notification dari BukuWarung untuk mengetahui transaksi sukses yang valid.
  2. Waspadalah terhadap pembayaran palsu, periksa kembali dengan cermat.
  3. Lakukan rekonsiliasi harian Anda untuk memastikan penghasilan yang Anda diterima.

 
(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif