Di tangan Bob, sampah botol plastik didaur ulang menjadi barang bernilai jual.  (Foto: Metro TV)
Di tangan Bob, sampah botol plastik didaur ulang menjadi barang bernilai jual. (Foto: Metro TV)

Inspiratif, Daur Ulang Sampah Botol Plastik Menghasilkan Rupiah

Ekonomi pengelolaan sampah
Intan Yunelia • 24 Juli 2020 13:56
Jakarta: Sampah plastik menjadi salah satu masalah lingkungan yang dihadapi bumi. Dalam upaya mengatasinya, beberapa negara bahkan telah melarang penggunaan barang berbahan plastik. Di antara negara lainnya, Indonesia termasuk di antara penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. 
 
Melihat permasalahan tersebut, Bob Novandy tergugah untuk berkontribusi menyelamatkan bumi dari sampah plastik. Tidak selamanya barang bekas plastik harus berakhir menjadi sampah. Di tangan Bob, sampah botol plastik didaur ulang menjadi barang bernilai jual. 
 
Bob Novandy telah mendaur ulang sampah botol plastik selama 17 tahun. Botol plastik disulap menjadi berbagai kerajinan tangan. Produk kerajinan tangan tersebut bahkan telah diekspor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketekunan Bob Novandy mendaur ulang sampah botol plastik membuatnya dikenal dengan julukan “Raja Lampion." Tangan terampilnya mengolah botol plastik bekas menjadi lampion hias yang menarik. 
 
"Awal tahun 2003, anak saya autis dan minum air mineral. Sampah botolnya dibuang sembarangan. Lalu, saya berpikir kalau saya create tidak ada yang buang botol ini sembarangan,” kata Bob, saat menjadi narasumber Kick Andy, Jakarta.
 
Keterampilan Bob membuat kerajinan tangan dari sampah botol plastik diperoleh dari belajar otodidak melalui internet. Hingga kini, Bob telah menghasilkan berbagai kerajinan tangan dari sampah botol plastik. Kerajinan tangan tersebut dibanderol antara Rp75 ribu hingga Rp6 juta.
 
“Jadi setelah saya jual, ada yang membeli dari Hong Kong, dibeli oleh perusahaan mineral ternama di sana dan dibuat menjadi merchandise,” ujarnya. 
 
Namanya semakin dikenal banyak orang. Hingga ia diminta untuk memberikan pelatihan daur ulang sampah plastik di beberapa wilayah di Indonesia. Ia berharap ada dukungan pemerintah.
 
“Saya ingin mempunyai museum berisi karya saya. Di situ saya juga bisa membuat pelatihan menggunakan layar, soundsystem, dan kamera karena enggak semua orang bisa melihat dari dekat,” ucap Bob.
 
Masih pada acara Kick Andy, pengrajin sampah plastik lainnya bernama Taufiq Sugianto turut menuturkan kisah inspiratifnya.
 
Terinspirasi dari Bob Novandy, Taufiq menciptakan ratusan karya dari sampah plastik menjadi barang-barang miniatur berbagai jenis motor dan mobil. 
 
Karyanya pun sudah melalang buana ke berbagai negara di Asia. Hasil karyanya banyak diminati masyarakat di Hong Kong. “Kisaran harga jual di luar negeri 8.000 yen. Pasarku anak-anak Harajuku. Kalau di Indonesia Rp600ribu,” jelasnya.
 
Ia mengakui pekerjaan tersebut masih asing bagi kebanyakan orang, namun Taufiq yang lulusan S1 Manajemen ini tak patah arang. Ia optimistis pekerjaan ini adalah pekerjaan yang mulia dan juga pekerjaan yang tak lekang oleh waktu karena tidak akan ada habisnya jika berhubungan dengan sampah plastik.
 
“Pekerjaan ini menjanjikan karena sampah tidak akan berkurang, tapi akan bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah manusia,” tuturnya.
 
(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif