WIrausaha Muda. Foto: Ilustrasi.
WIrausaha Muda. Foto: Ilustrasi.

Ekonomi Kreatif Makin Bertumbuh, Siswa SMA dan SMK Didorong Bangun Bisnis Sejak Dini

Arif Wicaksono • 03 Agustus 2026 07:17

Jakarta: Ekonomi kreatif terus memperkuat perannya sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di tengah berkembangnya sektor yang semakin mengandalkan inovasi dan kreativitas, upaya menyiapkan generasi muda berjiwa wirausaha menjadi semakin penting. Salah satunya dilakukan melalui program Student Company yang memberi pengalaman langsung kepada pelajar untuk membangun bisnis sejak masih duduk di bangku sekolah.

Baca juga: AI Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kreatif di Indonesia

Sebanyak 1.173 siswa SMA dan SMK dari 45 sekolah di berbagai daerah berhasil mendirikan 45 perusahaan siswa (student companies) dan membukukan pendapatan kolektif lebih dari Rp483 juta. Program ini dijalankan oleh Prestasi Junior Indonesia (PJI) melalui Zurich Entrepreneurship Program (ZEP) dan Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program (SCYEP), dengan dukungan Zurich Indonesia, Z Zurich Foundation, Starbucks Indonesia, dan The Starbucks Foundation.

Melalui program tersebut, para peserta tidak hanya mempelajari teori kewirausahaan, tetapi juga menjalankan proses bisnis secara nyata. Mereka melakukan riset kebutuhan pasar, mengembangkan produk dan identitas merek, menyusun strategi pemasaran, mengelola keuangan, hingga memasarkan produk kepada konsumen dan mempresentasikan ide usaha di hadapan investor.

Program tersebut ditutup melalui ajang Prestasi Junior Indonesia Company of the Year (PJI COY) 2026 yang digelar di Senayan Park, Jakarta, Sabtu (1/8). Kompetisi ini menjadi panggung bagi perusahaan-perusahaan siswa terbaik untuk menunjukkan hasil inovasi sekaligus kemampuan mereka dalam mengelola bisnis.

Inisiatif tersebut dinilai sejalan dengan perkembangan ekonomi kreatif nasional yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan Statistik Ekonomi Kreatif 2025, sektor ekonomi kreatif menyumbang sekitar Rp1.757,87 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atau tumbuh 6,86 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Sektor ini juga menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja, memperlihatkan besarnya potensi ekonomi berbasis kreativitas.

Ketua Pengurus Prestasi Junior Indonesia, Pribadi Setiyanto, mengatakan pembangunan ekonomi kreatif tidak hanya bergantung pada ide-ide inovatif, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang mampu mengubah kreativitas menjadi produk bernilai ekonomi.

Menurutnya, Indonesia memiliki banyak generasi muda kreatif. Tantangan berikutnya adalah menciptakan lebih banyak talenta yang mampu mengembangkan ide menjadi inovasi, mengubah inovasi menjadi produk, dan menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat. Karena itu, Student Company dirancang bukan sebagai simulasi bisnis, melainkan sebagai ruang belajar yang mempertemukan dunia pendidikan, industri, dan mentor profesional agar siswa memperoleh pengalaman nyata dalam membangun usaha sekaligus mengasah kepemimpinan dan pola pikir kewirausahaan.

Semangat tersebut tercermin dari sembilan perusahaan siswa finalis PJI Company of the Year 2026. Berangkat dari persoalan yang mereka temui di lingkungan sekitar, para pelajar menghadirkan berbagai inovasi berbasis material lokal dan prinsip ekonomi sirkular. Pelepah pisang diolah menjadi bioleather, serat daun nanas dimanfaatkan sebagai perlengkapan rumah tangga, sementara tempurung kelapa, plastik daur ulang, dan material alami lainnya dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang memiliki potensi pasar.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, menilai pengalaman membangun usaha sejak usia muda menjadi bekal penting untuk melahirkan lebih banyak wirausaha kreatif di masa depan.

Ia mengatakan menjadi entrepreneur bukan hanya soal mendirikan perusahaan, tetapi juga membangun pola pikir, tujuan, serta ketangguhan dalam menghadapi tantangan. Program seperti Student Company memberi ruang bagi pelajar untuk belajar berkolaborasi, menerima masukan, hingga menghadapi kegagalan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Dukungan terhadap pengembangan talenta muda juga datang dari dunia usaha. Country Manager Zurich Indonesia sekaligus Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Edhi Tjahja Negara, mengatakan pengalaman langsung dan pendampingan dari pelaku industri menjadi faktor penting dalam membentuk wirausaha muda yang tangguh.

Melalui Zurich Entrepreneurship Program, perusahaan menghadirkan pendekatan skill-based volunteering dengan melibatkan para karyawan sebagai mentor. Pendekatan ini diharapkan memberi wawasan praktis mengenai cara membangun, mengembangkan, dan mempertahankan bisnis di tengah perubahan.

Sementara itu, Senior General Manager Corporate Communications PT Sari Coffee Indonesia (Starbucks Indonesia), Avolina Raharjanti, mengatakan kreativitas akan memiliki dampak ketika mampu menjawab kebutuhan pelanggan dan masyarakat. Menurutnya, pemahaman terhadap konsumen menjadi fondasi penting agar inovasi yang dihasilkan memiliki nilai sekaligus daya saing di pasar.

Pada kompetisi PJI Company of the Year 2026, sembilan perusahaan siswa dinilai berdasarkan inovasi produk, model bisnis, keberlanjutan usaha, kepemimpinan, kinerja perusahaan, serta proses pembelajaran yang mereka jalani selama mengembangkan bisnis.

Dua perusahaan terbaik nantinya akan mewakili Indonesia pada JA Asia Pacific Company of the Year Competition 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Bali pada Maret 2027. Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk memperkenalkan inovasi dan karya kreatif mereka di tingkat Asia Pasifik sekaligus menunjukkan potensi Indonesia sebagai salah satu pusat lahirnya talenta ekonomi kreatif di kawasan.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan