Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

RI Bakal Ekspor 84 Kargo LNG ke Singapura

Ekonomi lng indonesia-singapura
Suci Sedya Utami • 05 Maret 2019 15:38
Jakarta: Indonesia akan mengirimkan 84 kargo gas cair alam atau liquefied natural gas (LNG) ke Singapura mulai tahun depan.
 
Hal ini setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memberikan izin ekspor pada perusahaan asal Inggris BP ke Singapura. BP merupakan salah satu kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas yang menjalankan operasi di wilayah kerja Indonesia.
 
"Itu hasil lelang BP minta persetujuan pemerintah. Nah Pak Menteri sudah tanda tangan Jumat kemarin karena harganya bagus," kata Direktur Jenderal Migas Djoko Siswanto ditemui di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa, 5 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Djoko mengatakan harganya yakni 12,33 persen dari Japanese Crude Cocktail (JCC). Menurut Djoko pengiriman akan dicicil hingga 2025. Dia bilang tahun depan dimulai dengan mengirimkan LNG sebanyak empat kargo.
 
"Selanjutnya setiap tahun 16 kargo sampai 2025," ujar Djoko.
 
Adapun pasokan LNG akan berasal dari Train III Kilang Tangguh yang digarap oleh BP. BP memegang 37,16 persen saham di proyek tersebut.
 
Sementara itu, di sisi lain, Indonesia juga masih memiliki kelebihan pasokan hingga 2022. Kementerian ESDM pun terus berupaya untuk mencari pasar bagi produk LNG Indonesia.
 
Djoko menyebutkan masih ada 40 kargo yang sepi peminat. Ia bilang menilai jumlah tersebut lumayan banyak.
 
"Kami masih memiliki banyak kargo yang belum ada pembeli sejak tahun ini khususnya dari 2021-2024 ada 40 kargo," tutur Djoko.
 
Lebih jauh Djoko menambahkan selama ini produk LNG Indonesia diekspor ke negara seperti Jepang, Thailand, Amerika Serikat, Singapura serta Malaysia. Selain diekspor, produksi LNG juga digunakan untuk kebutuhan dalam negeri khususnya pembangkit PLN.
 
Analis Senior untuk Gas dan Listrik Asia Pasifik Wood Mackenzie Edi Saputra sebelumnya sempat memprediksi Indonesia tidak akan melakukan impor gas alam cair (LNG) dalam waktu dekat seperti yang sebelumnya diprediksi pemerintah dalam neraca gas.
 
Berdasarkan data Wood Mackenzie, Indonesia baru akan melakukan impor pada 2025. Tahun ini saja, ia menyebut, Indonesia akan mengalami surplus pasokan LNG.
 
Hal itu dikatakannya karena dari produksi LNG 18,5 juta metrik ton (MT) tahun ini yang akan terserap hanya sekitar 15,3 juta MT. Serapan itu terdiri dari LNG yang sudah berkontrak (committed) sebesar 12,5 juta MT dan 2,8 juta MT untuk pasokan dalam negeri.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif