Laba <i>Holding</i> Tambang Ditaksir Tembus Rp10 Triliun
Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Jakarta: Sejak beroperasi sebagai holding pertambangan pada akhir tahun lalu, PT Inalum, PT Antam, PT Bukit Asam, PT Timah, dan PT Freeport Indonesia telah mencatatkan laba.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan perusahaan yang menjadi induk holding ini menyebutkan laba yang dibukukan oleh holding tambang sepanjang semester I-2018 sebesar Rp5,4 triliun. Hingga akhir tahun laba ditaksir menembus dua kali lipat dari capaian saat ini.

"Profit setengah tahun ini di atas Rp5 triliun, ya mudah-mudahan di akhir tahun bisa di atas Rp10 triliun," kata Budi di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat, 16 November 2018.

Budi menjabarkan pendapatan holding enam bulan pertama 2018 mencapai Rp30 triliun. Dia mengatakan pendapatan hingga akhir tahun diharapkan bisa tembus Rp60 triliun.

Sementara arus kas (cash flow) di semester I mencapai Rp10 triliun dan ditargetkan meningkat menjadi Rp20 triliun hingga akhir tahun.

"Akhirnya kita punya cukup sumber daya finansial," tutur mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini.

Lebih lanjut terkait aset yang saat ini dimiliki holding tambang, Budi menyebutkan sebesar Rp100 triliun. Dia mengungkapkan ada pertambahan aset sebesar Rp60 triliun pada Kamis malam, 15 November 2018 karena penerbitan global bond yang baru saja dilakukan.

"Kemarin malam (Kamis) tambah jadi Rp160 triliun karena utangnya masuk," jelas Budi.

Seperti diketahui Inalum menjadi induk holding tambang. Dalam holding tersebut terdapat 65 persen saham Antam dan sat saham seri A, 65,02 persen saham Bukit Asan dan satu saham seri A, 65 persen saham Timah dan satu saham seri A, serta 9,36 persen saham Freeport Indonesia. Dalam waktu dekat saham Freeport Indonesia di tubuh holding akan bertambah menjadi 51 persen.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id