Dengan kata lain, tahun depan kenaikan subsidi listrik akan mencapai 9,5 persen karena besaran jumlah yang disubsidi bertambah banyak sebelumnya. Sementara subsidi listrik di 2015 sudah mencapai Rp66,15 triliun.
"Ini imbas dari pertumbuhan penjualan listrik 7,5 persen tahun ini dan bertambahnya pelanggan PT PLN (Persero) golongan subsidi sebanyak tiga juta konsumen. Jadi anggaran subsidinya membengkak Rp73,1 triliun, dibandingkan sebelumnya Rp66,15 triliun," ujar dia di Ruang Sidang Badan Anggaran (Banggar), Jakarta, Selasa (30/6/2015).
Sementara itu, Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, nilai subsidi sebesar itu masih bisa diefisiensikan dan dikurangi lagi melalui pembahasan. "Tahun depan pasti bakal naik ke angka Rp 73,1 triliun, tapi angka ini masih bisa dikoreksi lewat pembahasan," tambah Suahasil.
Selain itu, pemerintah telah menetapkan beberapa target yang harus dicapai terkait subsidi listrik pada tahun depan.
"Targetnya di tahun depan itu dengan meningkatkan rasio elektrifikasi, menurunkan susut jaringan, menurunkan penggunaan BBM, menguatkan listrik panas bumi, tenaga surya, efisiensi anggaran, investasi PLN, dan transmisi perhitungan listrik," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News