Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan - Medcom.id/Dheri Agriesta
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan - Medcom.id/Dheri Agriesta

Luhut Minta KPK Awasi Pengembangan Blok Masela

Ekonomi blok masela
Husen Miftahudin • 04 Juli 2019 02:45
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyebut pemerintah masih menunggu keterlibatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi proyek rencana pengembangan atau plan of development Blok Masela, Maluku. Upaya tersebut demi mencegah terjadinya korupsi.
 
"Mereka tidak boleh lama-lama. Jangan juga pencegahan itu malah nanti jadi memperlambat," ujar Luhut dalam keterangannya, Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019.
 
Luhut menjelaskan, pemerintah dan kontraktor Blok Masela, Inpex Corporation dan Shell Indonesia, telah menyepakati besaran nilai investasi dan kondisi finansial untuk proyek tersebut. Dengan begitu, penandatanganan persetujuan rencana pengembangan Blok Masela bisa dilaksanakan pada pekan ini.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masih menunggu itu saja yang terakhir, soal KPK, itu menunggu proses. Saya pikir bisa sebenarnya minggu ini, yang lain kendalanya sudah tidak ada," ungkap Luhut.
 
Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meminta KPK mengawasi pengembangan Blok Masela.
 
Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan mengatakan, pengawasan yang diminta SKK Migas terkait biaya pengembangan. Sebab, proyek tersebut masih menggunakan kontrak bagi hasil (PSC) cost recovery. Artinya, bagi hasil memperhitungkan biaya pengembangan yang harus diganti pemerintah.
 
"Yang crucial kan biaya pengembangannya, karena jadi cost recovery, ada procurement barang dan jasa. Padahal kalau development cost irit atau hemat, ujungnya kan bagian pemerintah lebih banyak," terang Pahala beberapa waktu lalu.
 
Estimasi biaya investasi Blok Masela berkisar USD18 miliar hingga USD20 miliar. Pengembangan Blok Masela menggunakan skema kilang LNG di darat dengan kapasitas produksi LNG sebesar 9,5 juta ton per tahun (MTPA) dan gas pipa sebesar 150 mmscfd.
 

(ADN)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif