Menteri ESDM Ignasius Jonan. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani
Menteri ESDM Ignasius Jonan. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani

Jonan: Kebutuhan Listrik di Ibu Kota Baru Dapat Dipenuhi

Ekonomi pemindahan ibukota Ibu Kota Baru
Suci Sedya Utami • 30 Agustus 2019 10:03
Jakarta: Presiden Joko Widodo telah resmi menetapkan dua wilayah di Provinsi Kalimantan Timur sebagai lokasi pembangunan ibu kota baru pengganti Jakarta. Wilayah tersebut berada di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara.
 
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasus Jonan mengatakan Kementerian ESDM terus berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terkait pemetaan wilayah untuk tata ruang serta kesiapan infrastruktur energi, khususnya ketenagalistrikan.
 
"Jadi kami juga sudah mulai mempersiapkan bersama Bappenas. Ada dua unit dari Kementerian ESDM yang akan mendukung Bappenas untuk persiapan. Satu, dari Badan Geologi untuk masalah topografi, studi tanah, air, cekungan air tanah dan sebagainya. Yang kedua tentang kelistrikan, jadi tinggal dirunding," tutur Jonan dalam keterangan resmi, Jumat, 30 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data dan informasi kebumian menjadi aspek penting dalam pembangunan infrastruktur dan tata ruang. Rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi bahan masukan sekaligus evaluasi terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten/Kota yang sudah ada maupun yang akan disusun.
 
Pasokan listrik di wilayah tersebut juga akan dapat dipenuhi dengan baik. Menurut Jonan, saat ini PT PLN (Persero) sudah dapat melakukan pemasangan listrik dalam jumlah yang besar.
 
"Tiap tahun juga sambung listrik, memasang listrik besar sekali satu juta hingga 1,5 juta sambungan, jadi tidak masalah," imbuhnya.
 
Jumlah ini didasarkan pada rencana jumlah pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan ikut dipindah ke ibu kota baru.
 
"Tidak ada masalah (untuk pasokan listrik), karena yang pindah misalnya tahap pertama kira-kira 200 ribu ASN, dikali lima orang (satu keluarga) sudah satu juta. Jadi kalau dipindah sampai sekitar 250 ribu atau 500 ribu rumah tangga mestinya (pasokan listrik) tidak ada masalah, pungkas Jonan.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif