Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Inpex Mulai Sosialisasi Amdal Blok Masela

Ekonomi blok masela
Suci Sedyautami • 06 Agustus 2019 21:04
Jakarta: Inpex Masela Ltd, anak usaha Inpex Corporation mulai melakukan sosialisasi analisis dampak lingkungan (amdal) dalam rencana kegiatan pengembangan Lapangan Abadi, Blok Masela.
 
Sosialisasi perdana ini dilakukan di Ambob. Sosialisasi digelar setelah perusahaan asal Jepang itu mendapat persetujuan rencana pengembangan (plan of development/POD) dari pemerintah.
 
Vice President Corporate Services INPEX Masela Ltd Nico Muhyiddin mengatakan sosialisasi dan konsultasi publik amdal ini bertujuan menyampaikan penjelasan dan mendapatkan masukan tentang rencana pengembangan proyek gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) Abadi. Proyek ini nantinya terdiri dari beberapa fasilitas utama beserta potensi dampaknya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Misalnya, pembangunan dan pengoperasian sumur gas bawah laut dan fasilitas SURF (subsea umbilicals, risers and flowlines) dan fasilitas pengolahan atau FPSO (floating production, storage and offloading facilities) di lepas pantai Arafura, pipa gas bawah laut atau GEP (gas export pipeline) dari FPSO ke GRF (gas receiving facility),serta fasilitas kilang OLNG (onshore liquefied natural gas) di darat.
 
"Sosialisasi Amdal ke Pemprov Maluku maupun ke Pemkab Kepulauan Tanimbar dan konsultasi publik ke desadesa yang diperkirakan terdampak ini, kami menampung saran, masukan dan tanggapan (SPT) dari berbagai pemangku kepentingan,” kata Nico dalam keterangan resmi, Selasa, 6 Agustus 2019.
 
Nico mengatakan SPT tersebut akan menjadi bahan bagi pihaknya untuk melakukan pelingkupan dan identifikasi dampak potensial di dalam kerangka acuan analisis dampak lingkungan (KA ANDAL). Dampak yang dimaksud, yakni baik dampak positif maupun negatif dari rencana pengembangan proyek LNG Abadi. Hal ini ini sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
 
Rencananya, sosialisasi serupa juga akan dilaksanakan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada 8 Agustus 2019 di Saumlaki dan dilanjutkan dengan konsultasi publik ke masyarakat di sejumlah desa yang berada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
 
Rangkaian sosialisasi amdal hingga konsultasi publik dilakukan sampai 16 Agustus mendatang. Usai kegiatan sosialisasi dan konsultasi publik, tahapan penting pembuatan amdal ke depan adalah penyusunan kerangka acuan amdal dan penilaian serta persetujuan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
 
Proyek Pengembangan Lapangan Abadi, Blok Masela diproyeksikan menghasilkan gas sebesar 9,5 juta ton per tahun dalam bentuk LNG dan 150 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd) untuk gas pipa. Proyek ini menggabungkan fasilitas produksi di laut dan kilang LNG di darat.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif