Ilustrasi. Foto : AFP.
Ilustrasi. Foto : AFP.

Kado Ulang Tahun, Pertamina Kebut Empat Proyek Kilang di Desember

Ekonomi pertamina ep
Suci Sedya Utami • 06 November 2019 21:27
Jakarta: PT Pertamina (Persero) mengakselerasi progres pembangunan empat proyek Refinary Development Master Plan (RDMP) atau revitalisasi kilang di hari ulang tahun ke-62 di 10 Desember. Percepatan kilang tersebut pun diarahkan sebagai upaya untuk hijrah menuju energi baik bagi lingkungan.
 
Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang mengatakan ada empat proyek RDMP dilakukan percepatan. Di antaranya Kilang Balikpapan, Kilang Balongan, Kilang Cilacap dan Kilang Dumai.
 
Tallulembang menjelaskan untuk Kilang Balikpapan pihaknya bakal mengumumkan calon mitra strategis yang akan membantu pembangunan dalam rangka pengembangan kapasitasnya. Ia mengatakan nama-nama calon mitra pun telah mengerucut dari 60 calon mitra kerja strategis yang kemudian disaring menjadi 20, terakhir menyisakan empat calon mitra.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjanjikan akan mengumumkan calon mitra terpilih di bulan depan. Tallulembang mengatakan penetapan mitra tersebut bahkan lebih cepat dari pada target awal di April 2020.
 
"Desember sudah akan terpilih equity partner. Salah satu kado ulang tahun Pertamina di 10 Desember yakni terpilihnya partner untuk Balikpapan," kata Tallulembang di kantor pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Rabu, 6 November 2019.
 
Pihaknya menargetkan Kilang Balikpapan tahap pertama bisa beroperasi di Juni 2023. Sedangkan untuk tahap kedua paling lambat bisa beroperasi pada 2026.
 
Pertama proyek RDMP Kilang Balikpapan nantinya akan meningkatkan kapasitas kilang tersebut yang saat ini mengolah dan memproduksi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 260 ribu barel per hari (bph) menjadi 560 ribu bph. Selain itu meningkatkan kualitas produk dari EURO II ke EURO V.
 
Kedua, Kilang Balongan juga siap untuk dilakukan penandatanganan kontrak untuk teknik pengadaan dan konstruksi atau engineering, procurement, and construction (EPC). Pembangunan kilang ini di tahap pertama ditargetkan rampung pada 2022.
 
Proyek RDMP Kilang Balongan nantinya akan meningkatkan kapasitas kilang tersebut yang saat ini mengolah dan memproduksi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 125 ribu barel per hari (bph) menjadi 150 ribu bph. Selain itu meningkatkan kualitas produk dari EURO II ke EURO V. Serta juga terintegrasi dengan petrokimia dengan target produksi satu juta ton per tahunm
 
Ketiga proyek Kilang Cilacap, Tallulembang mengatakan pihaknya bersama Saudi Aramco menyepakati untuk menyelesaikan perhitungan valuasi aset dari rencana revitalisasi kilang tersebut di Desember.
 
Ia mengatakan kedua belak pihak pun sepakat untuk menggunakan satu internasional advisor untuk menghitung valuasi tersebut. Selama ini valuasi dilakukan masing-masing pihak baru nantinya disinkronkan bersama. Namun hingga saat ini cara tersebut masih belum membuahkan hasil.
 
Tallulembang mengatakan tim advisor tersebut saat ini tengah bekerja. Ia bilang paling lama dalam satu bulan hasil perhitungan bisa dikeluarkan dan dibahas di masing-masing internal kedua belah pihak dan akan dibicarakan bersama.
 
"Kesepakatan hasil valuasi paling lambat tahun ini. Semuanya diupayakan di akhir Desember," ujar dia.
 
Setelah valuasi selesai, dia bilang, tahapan selanjutnya akan masuk ke engineering. Ia bilang penandatanganan tahapan engineering diharapkan bisa dilakukan di awal 2020.
 
Proyek RDMP Kilang Cilacap nantinya akan meningkatkan kapasitas kilang tersebut yang saat ini mengolah dan memproduksi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 348 ribu barel per hari (bph) menjadi 400 bph. Selain itu meningkatkan kualitas produk dari EURO II ke EURO V.
 
Keempat yakni proyek Kilang Dumai yang juga telah penjajakan dengan calon mitra dan ditargetkan untuk penandatanganan kontrak pada Desember. Kilang Dumai memerlukan investasi sebesar USD5 miliar-USD8 miliar. Proyek ini ditargetkan selesai pada 2027.
 
Proyek RDMP Kilang Cilacap nantinya akan meningkatkan kapasitas kilang tersebut yang saat ini mengolah dan memproduksi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 140 ribu barel per hari (bph) menjadi 400 bph. Selain itu meningkatkan kualitas produk dari EURO II ke EURO V. Proyek ini juga akan diintegrasikan dengan petrokimia.
 
"Jadi empat RDMP itu on progress," tegas Tallulembang.
 
Dengan beropeperasinya seluruh kilang tersebut, maka bisa dipastikan mulai 2027 tidak ada lagi BBM dengan kualitas rendah. VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman pada Medcom.id mengatakan ketika telah beralih ke EURO V, maka pembakaran BBM tersebut pada mesin kendaraan akan lebih ramah lingkungan. Hal ini tentu sejalan dengan komitmen Indonesia pada kesepakatan di Paris untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
 
"Pada intinya EURO V itu terkait dengan kualitas produk,nantinya akan mengarah ke BBM yang lebih ramah lingkungan," jelas Fajriyah.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif