Inalum Siap Lunasi Divestasi Freeport
Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Jakarta: Dana hasil penerbitan obligasi global PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) telah cair. Pekan lalu, Inalum telah menerbitkan obligasi berdenominasi valuta asing (global bond) senilai USD4 miliar atau sekitar Rp60 triliun.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin Budi mengatakan utang tersebut telah masuk ke perusahaan Kamis malam, 15 November 2018. "Kita terima tunai USD4 miliar tadi malam (Kamis)," kata Budi di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat, 16 November 2018.

Penerbitan tersebut terbagi atas empat termin yakni USD1 miliar dengan tenor tiga tahun dan yield 5,5 persen. Kemudian sebesar USD1,25 miliar dengan tenor lima tahun dan yield enam persen.

Sementara itu sebesar USD1 miliar dengan tenor 10 tahun dan yield 6,875 persen. Serta USD750 juta dengan tenor 30 tahun dan yield 7,375 persen.

Penerbitan obligasi ini telah mendapatkan peringkat Baa2 dari lembaga pemeringkat Moody's dan BBB- dari Fitch Rating. Adapun bank joint global coordinators (JGC) yakni BNP Paribas, Citi, dan MUFG.

Sementara yang bertindak sebagai joint book runner (JBR) yakni BNP Paribas, CIMB, Citi, Maybank, MUFG, SMBC Nikko, dan Standard Chartered.

Uang tersebut rencananya akan digunakan Inalum untuk melunasi transaksi divestasi saham mayoritas PT Freeport Indonesia 51 persen. Untuk bisa memiliki saham mayoritas PTFI, Inalum mesti merogoh kantong sebesar USD3,85 miliar.

Budi mengatakan transaksi akan dilakukan menunggu penyelesaian izin usaha pertambangan khusus (IUPK). Budi menargetkan paling lambat transaksi dilakukan pada Desember 2018.

Namun Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan IUPK akan diterbitkan setelah proses divestasi selesai, artinya setelah transaksi selesai.

Sementara itu Juru Bicara Freeport Indonesia Riza Pratama mengatakan semua proses negosiasi diselesaikan secara bersamaan yakni divestasi, smelter, stabilitas investasi, kelangsungan operasional hingga 2041 serta peningkatan penerimaan negara.

"Semuanya diselesaikan dalam satu kesepakatan" jelas Riza.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id