Ilustrasi SKK Migas. (FOTO: dok SKK Migas)
Ilustrasi SKK Migas. (FOTO: dok SKK Migas)

Proposal Pengembangan Blok Masela Kelar Pekan Ini

Ekonomi skk migas blok masela
Suci Sedya Utami • 30 Januari 2019 22:00
Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan proposal pengembangan atau Plan of Development (PoD) Blok Masela sudah hampir selesai.
 
Kepala Divisi Program Kerja SKK Migas Julius Wiranto mengatakan masalah keekonomian yang menjadi perdebatan selama ini hampir mencapai kesepakatan. Pembahasan mengenai tingkat pengembalian investasi (Internal Rate of Return/IRR) dengan Inpex Corporation sudah lebih mengerucut.
 
"Sudah mendekati sepakat, sudah ada titik kesepakatan," kata Julius ditemui di Menara 165, TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu, 30 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian Julius masih enggan menyebutkan besaran IRR tersebut. Sebelumnya Inpex menginginkan IRR Proyek Masela sebesar 15 persen.
 
Selain penyelesaian mengenai tingkat keekonomian, saat ini SKK Migas juga tengah mengadakan focus group discussion (FGD) dengan mengundang pakar offshore dari Amerika Serikat (AS). FGD tersebut dilakukan selama tiga hari dan hasilnya akan dimasukkan dalam rekomendasi SKK Migas terhadap proyek tersebut yang nantinya bakal diserahkan ke Kementerian ESDM pekan ini.
 
"Selesai workshop (FGD) ini dalam tiga hari kita serahkan rekomendasinya," jelas Julius.
 
PoD Blok Masela sebenarnya telah disetujui pemerintah pada Desember 2010, yaitu 12 tahun setelah kontrak pengelolaan blok tersebut diperoleh Inpex Masela pada 1998. Dalam PoD itu, Blok Masela dijadwalkan mulai berproduksi (onstream) 2018 dengan volume produksi 355 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD) dan produksi kondensat sebanyak 8.400 barel per hari (bph).
 
Belakangan, Inpex berencana meningkatkan kapasitas kilang FLNG sehingga perlu mengubah PoD. Dengan konsep laut, dan jika semua prosesnya berjalan lancar, Blok Masela paling lambat baru bisa berproduksi pada 2023.
 
Namun belakangan proyek Masela diubah menjadi skema darat setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan konsep proyek anyar itu pada Maret 2016. Keputusan ini berbeda dengan usulan Inpex yang menginginkan skema pengolahan di laut (FLNG). Alhasil, Inpex mengubah lagi skema proyek tersebut.
 
Dengan skema darat, pemerintah menaksir proyek Masela baru bisa beroperasi 2027. Namun belakangan Dwi Soetjipto usai dilantik menjadi Kepala SKK Migas beberapa waktu lalu menargetkan proyek ini bisa beroperasi lebih cepat yakni 2025.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif