Alasan Harga Pertamax Naik

Ade Hapsari Lestarini 10 Oktober 2018 18:42 WIB
pertaminapertamax
Alasan Harga Pertamax Naik
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: Medcom.id/Ade HL)
Nusa Dua: Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan kenaikan harga pertaseries mengacu pada mekanisme pasar.

Adapun penyesuaian harga BBM ini untuk jenis pertamax, pertamax turbo, dexlite, pertamina dex, dan biosolar non-PSO. Kenaikan pun sebagai dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik.

"Sejak bertahun-tahun sebelumnya, pertaseries ini termasuk bahan bakar umum yang diserahkan kepada mekanisme pasar. Jarang sekali kendaraan umum mengisi pertadex atau dexlite, ini kan untuk konsumsi kalangan menengah atas," jelas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, saat ditemui di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Rabu, 10 Oktober 2018.

Jonan mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya per Rabu, 10 Oktober 2018, harga pertaseries disesuaikan sekitar Rp100-Rp200 per liter.

"Ini lebih murah (penyesuaiannya) bila dibandingkan dengan kompetitor seperti Total, Shell atau pun Petronas," kata Jonan.

Baca: Pertamina Naikkan Harga Pertamax Series

Oleh karena itu, lanjut Jonan, PT Pertamina sebagai badan usaha milik negara (BUMN) concern dengan kondisi ini. "Dari sejak lama, sebelum 2014, jenis bahan bakar ini memang sudah diserahkan pada mekanisme pasar," tambahnya.

Saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus level USD80 per barel. Adapun penetapan penyesuaian ini mengacu pada Permen ESDM No 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

Atas ketentuan tersebut Pertamina menetapkan penyesuaian harga. Sebagai contoh di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga pertamax Rp10.400 per liter, pertamax turbo Rp12.250 per liter, pertamina dex Rp11.850 per liter, dexlite Rp10.500 per liter, dan biosolar Non PSO Rp9.800 per liter.

Pada Rabu, 10 Oktober 2018, minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember naik USD1,09 atau 1,30 persen menjadi menetap di USD85,00 per barel. Patokan global Brent mencapai tertinggi empat tahun di USD86,74 minggu lalu, tetapi tergelincir ke level USD82,66 pada Senin lalu.

Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November, naik sebanyak USD0,67 atau 0,90 persen menjadi menetap di USD74,96 per barel di New York Mercantile Exchange.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id