Ilustrasi nikel produk vale indonesia. Foto : AFP.
Ilustrasi nikel produk vale indonesia. Foto : AFP.

Valuasi Divestasi Vele di Bawah Rp7 Triliun

Ekonomi vale indonesia
Suci Sedya Utami • 25 November 2019 22:10
Jakarta: Mining Industry Indonesia (MIND ID) atau Inalum menyatakan valuasi nilai saham yang akan didivestasikan oleh PT Vale Indonesia (INCO) di bawah anggaran yang telah disiapkan oleh holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertambangan tersebut.
 
Direktur Operasional MIND ID Ogi Prasto Miyono mengatakan pihaknya menyiapkan anggaran sekitar USD500 juta atau setara Rp7 triliun untuk bisa mengambilalih 20 persen saham perusahaan nikel asal Brasil tersebut.
 
"USD500 juta itu anggaran kita. Valuasinya di bawah itu," kata Ogi ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin, 25 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ogi mengatakan anggaran tersebut merupakan pinjaman yang berasal dari sindikasi perbankan. Di antaranya MUFG Bank, Bank Mandiri dan CIMB Bank.
 
"Sudah komit kok, tinggal ditarik saja dananya," tutur dia.
 
Sebelumnya mantan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menjamin pendanaan untuk pengambilalihan tersebut memadai. Fajar memastikan bahwa perusahaan pelat merah itu tidak akan menarik tambahan utang baru sebagai pendanaan divestasi.
 
"Global bond gitu dulu enggak, sudah disiapkan (dananya)," kata Fajar.
 
Ia menjelaskan pembiayaannya nanti akan lebih banyak mengandalkan dana internal Inalum. Adapun dana tersebut cukup untuk membeli saham yang akan dilepas oleh Vale. Selain itu, holding tambang ini juga masih memiliki dana yang berasal dari sisa pinjaman sebelumnya. Artinya kapan pun dibutuhkan, kata Fajar, dananya telah tersedia.
 
Adapun batas waktu untuk divestasi yakni hingga Desember 2019.
 
"Harus selesai akhir tahun ini, enggak bisa lebih," jelas Fajar.
 
Terkait dengan nilai valuasinya, dia bilang, karena Vale merupakan perusahaan publik akan lebih gampang menghitung nilai valuasinya. Berbeda dengan dengan saat valuasi divestasi saham PT Freeport Indonesia. Fajar mengatakan nilainya bisa dilihat yang telah tertera di BEI.
 
"Lihat saja nilai sahamnya. Caranya ada tiga bulan, enam bulan, 12 bulan, itu yang sedang dirundingkan berapa ketemunya lalu dinego. Nanti OJK yang bilang oke, setuju dengan ini. Gampang kalau public company," pungkas Fajar.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif