Ilustrasi: Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Kupang di Desa Oelpuah, Kabupaten Kupang, NTT (Foto:Antara/Widodo S Jusuf)
Ilustrasi: Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Kupang di Desa Oelpuah, Kabupaten Kupang, NTT (Foto:Antara/Widodo S Jusuf)

Kembangkan Energi Terbarukan, Kemenaker Gandeng Tatung University

Ekonomi berita kemenaker
Gervin Nathaniel Purba • 15 Agustus 2019 10:37
Serang: Direktorat Bina Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) bekerja sama dengan ITRI (Industrial Technology Research Institute) Taiwan mengembangkan penerapan energi terbarukan di sektor tenaga surya.
 
Kerja sama tersebut merupakan bagian dari program Off-Grid Solar Photovoltaic Training Project yang dilangsungkan di Serang, Banten, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Dalam program kerja sama ini, Asian Productivity Organization (APO) menunjuk Tatung University sebagai pihak yang memfasilitasi transfer of technology maupun transfer of knowledge kepada pihak BBPLK Serang yang ditetapkan sebagai pilot project dalam proyek energi hijau ini.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Bina Produktivitas Kemenaker Muhammad Zuhri menjelaskan penerapan energi hijau sangat baik untuk mendukung energi terbarukan yang diimplementasikan untuk kebutuhan dunia industri.
 
"Saya sangat mengapresiasi dan mendukung proyek yang akan membantu kita melalui kegiatan peningkatan produktivitas, serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM)," ujar Zuhri dalam siaran persnya, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Program pelatihan dalam proyek tersebut meliputi merakit dan memasang PHB penerangan bangunan sederhana (rumah tinggal, sekolah), memasang dudukan dan modul surya PLTS tipe Ground Mounted, memasang instalasi kelistrikan PLTS tipe terpusat, memasang sistem proteksi PLTS, serta menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja.
 
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BBPLK Serang Fauziah mengatakan kerja sama ini merupakan program pengembangan kejuruan listrik. Program ini dapat mendukung pemerintah dalam pengembangan energi terbarukan.
 
Tindak lanjut dari program ini adalah program pengembangan pelatihan, terutama untuk para instruktur terlebih dahulu.
 
"Kami telah menyiapkan tujuh orang instruktur bidang listrik. Mereka telah mengikuti pelatihan selama dua bulan di Tatung University", ujar Fauzia.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif