Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif (kiri). Foto : Medcom/Suci.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif (kiri). Foto : Medcom/Suci.

Tiga KKKS Blok Corridor Teken Perubahan Kontrak ke Gross Split

Ekonomi migas
Suci Sedya Utami • 11 November 2019 20:38
Jakarta:Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyaksikan penandatanganan perubahan kontrak bagi hasil Wilayah Kerja (WK) atau Blok Corridor dari sebelumnya cost recovery menjadi gross split yang dilakukan oleh tiga kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).
 
Penandatanganan tersebut juga disaksikan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto, Sekjen Kementerian ESDM Ego Syahrial, dan Plt Dirjen Migas Djoko Siswanto.
 
Kontrak bagi hasil Blok Corridor merupakan kontrak perpanjangan dengan pemegang participating interest yaitu ConocoPhillips (Gissik) Ltd sebesar 46 persen, PT Pertamina Hulu Energi Corridor sebesar 30 persen dan Talisman (Corridor) Ltd atau yang saat ini berganti menjadi Repsol sebesar 24 persen. Termasuk juga jatah partipating interest 10 persen untuk Badan Usaha Milik Daerah yang ada dilokasi blok yang terletak di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arifin mengatakan perubahan kontrak tersebut sangat penting demi meningkatkan produksi migas nasional. Dia bilang Indonesia memiliki sumber-sumber migas yang bisa diutilisasi sehingga bisa dioptimalkan sebagai produksi nasional.
 
"Tanda tangan ini sudah melalui rangkaian, evaluasi dan pertimbangan dari Kementerian ESDM, SKK Migas," kata Arifin di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin, 11 November 2019.
 
Kontrak bagi hasil Blok Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak 20 Desember 2023 ketika kontrak bagi hasil yang saat ini berakhir. Perkiraan nilai investasi dari pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti lima tahun pertama sebesar USD250 juta dan bonus tanda tangan yang nantinya masuk sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar USD250 juta.
 
Pemerintah berpesan agar kontraktor senantiasa berupaya menjaga dan meningkatkan laju produksi di Blok Corridor, melaksanakan komitmen-komitmen yang tertuang dalam kontrak termasuk KKP lima tahun pertama dan meningkatkan kegiatan eksplorasi untuk menambah cadangan migas. Operator Blok Corridor selama tiga tahun pertama akan dilakukan oleh ConocoPhillips dan selanjutnya hingga akhir masa kontrak akan dilaksanakan oleh Pertamina.
 
"Pemerintah menganggap KKKS eksisting memiliki kemampuan teknis dan keuangan yang baik untuk mengelola, sehingga bisa memberikan penerimaan negara dan produksi nasional," jelas dia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif