Menteri ESDM Ignasius Jonan. FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami.
Menteri ESDM Ignasius Jonan. FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami.

Menteri ESDM Sebut Gaji Bos PLN 30 Kali Lipat Tapi Kerja Lemas

Ekonomi pln kementerian esdm
Suci Sedya Utami • 09 Oktober 2019 15:36
Jakarta: Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) menggelar Hari Listrik Nasional (HLN) ke-74 dengan tema keberlanjutan sektor ketenagalistrikan dalam menghadapi era industri 4.0. Acara tersebut dibuka oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Ignasius Jonan.
 
Dalam sambutannya Jonan pun sempat menyentil PT PLN (Persero) yang dianggapnya kurang kreatif dalam meningkatkan penjualan listrik ke konsumen. Hal ini ditandai dengan konsumsi listrik per kapita tahun ini yang sebesar 1.300 kilo watt hour (kWH).
 
"PLN saya harap jadi mayoritas menjual listrik pada konsumen, ya harus lebih kreatif," kata Jonan di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kurang kreatifnya PLN juga disebutkan Jonan apabila dilihat dari upaya mengenalkan penggunaan energi terbarukan, misalnya saja dalam penggunaan kendaraan listrik dan kompor induksi. Menurut Jonan justru dirinya yang ngotot mendorong penggunan kendaraan listrik.
 
"Misalnya mendorong kompor induksi atau kendaraan listrik agar konsumsinya naik. Masa yang jualan PLN, yang sibuk saya. Kenapa PLN tidak ribut kendaraan listrik," tutur Jonan.
 
Padahal, kelakar Jonan, Direksi PLN digaji 30 kali lipat lebih besar dibanding dirinya sebagai menteri. "Masa kerjanya lebih lemas dari saya. Ini keliru ini," ucap mantan Dirut KAI ini.
 
Lebih lanjut dia menambahkan, penggunaan kompor induksi dan kendaraan listrik akan mengurangi emisi gas buang yang berbahaya. Selain itu jika kendaraan listrik makin banyak maka akan mengurangi impor minyak sehingga membuat defisit neraca perdagangan tidak makin melebar.
 
"Juga langitnya lebih bersih dan biaya kesehatan masyarakat harusnya makin mengecil," jelas Jonan.
 
Dalam kesempatan yang sama Ketua MKI Supangkat Iwan Santoso juga berharap agar sektor kelistrikan tanah air makin maju dan ramah lingkungan. Dia bilang pihaknya telah merampungkan masukan pada pemerintah terkait white paper.
 
"Ada dua isu utama yakni kesehatan sektor ketenagalistrikan dan pengembangan ke sumber energi terbarukan ke kawasan industri," jelas Iwan.
 
Sementara itu, Ketua Panitia HLN ke-74 Noesita Indriani menjelaskan terdapat tiga sesi pleno dalam seminar HLN yang membahas mengenai masa depan sistem kelistrikan di era transisi energi dunia tantangan dan dampak dari teknologi digital dalam sistem kelistrikan serta integrasi variabel energi terbarukan, dan tantangan sistem kelistrikan di era industri 4.0.
 
Hasil Seminar lini diyakini akan banyak memberi jawaban dan masukan untuk pemerintah yang sedang mempersiapkan Listrik 4.0 yang antara lain; pengembangan distributed generation, micro-grid dan distributed storage, smart grid and battery/energy storage system dan sejumlah regulasi; revisi grid code, regulasi terkait baterai/ESS dan regulasi terkait bisnis Sarana Pengisian Listrik Umum (SPLU) dan Sarana Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk melengkapi Perpres mobil listrik yang sudah diterbitkan.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif