"Keberadaan pembangkit listrik sangat kita butuhkan mengingat ketersediaannya di daerah ini masih mengalami defisit," kata Erry seperti dikutip Antara, Selasa 7 Maret 2017.
Agar bisa selesai tepat waktu, Erry mengatakan, perusahaan juga harus tetap menyosialisasikan ke masyarakat soal pembangunan pembangkit listrik itu. Masyarakat harus diajak bisa memahami bahwa proyek itu dibangun untuk kepentingan masyarakat. Apalagi pasca bunyi ledakan di PLTP Sarulla.
"Reaksi negatif masyarakat apalagi setelah ada informasi terdengar suara ledakan di PLTP Sarulla beberapa waktu lalu harus diatasi segera," ujar dia.
Baca: 2016, PLTP Sarulla Mulai Beroperasi
Coperate ADU Sarulla, Iskandar Sitompul, menjelaskan, proyek PLTP yang terletak di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut akan dikembangkan oleh konsorsium Sarulla Operations Ltd (SOL).
Konsorsium itu terdiri dari PT Medco Power Indonesia (MPI), Itochu Corporation, Kyushu Electric Power Co dari Jepang dan Ormat International Inc. Pelaksanaan beberapa proyek pendukung sudah ada yang selesai sejak November 2016 dan ada yang rampung November 2017.
"Pada Mei 2018 diharapkan pembangkit listrik berkekuatan 3x110 megawatt (mw) itu sudah rampung," ungkap Iskandar Sitompul.
Dia menegaskan, dalam pelaksanaan proyek, PT Sarulla Operation Ltd sangat mengedepankan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News