Illustrasi. Dok : IST.
Illustrasi. Dok : IST.

Medco Diminta Tingkatkan Produksi Migas Blok Rimau

Ekonomi kementerian esdm medco international
Annisa ayu artanti • 14 Februari 2019 21:16
Jakarta: Pemerintah meminta PT Medco E&P Riau supaya meningkatkan produksinya setelah pemerintah mempercayakan kembali pengelolaan wilayah kerja Rimau selama 20 tahun terhitung efektif dari 2023 sampai 2043.
 
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Archandra Tahar menjelaskan kontrak bagi hasil wilayah kerja Rimau merupakan kontrak perpanjangan dengan pemegang partisipasi interest PT Medco E&P Rimau sebesar 95 persen dan perusahaan daerah pertambangan dan energi sebesar 5 persen.
 
Archandra menjelaskan, tahun 2018 lifting harian wilayah kerja Rimau untuk minyak bumi sebanyak 8.200 barel per hari dan gas bumi sebanyak 3,68 mmscfd. Dari situ, pemerintah berpesan agar kontraktor dapat menjaga dan meningkatkan laju produksi di wilayah kerja Rimau.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semoga Rimau bs tingkatkan sesuai janji di TnC. Medco juga diharapkan bisa jalankan semua komitmen kerja pasti. Sehingga blok ini bisa sesuai harapkan kita. Jika bisa lebihi," kata Arcandra di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis, 14 Februari 2019.
 
Kontrak bagi hasil wilayah kerja Rimau ini akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak 23 April 2023. Perkiraan nilai investasi dari pelaksanaan komitmen kerja pasti lima tahun pertama sebesar USD41,33 juta dan bonus tanda tangan sebesar USD4 juta.
 
Archandra juga menjelaskan, pemerintah membolehkan Medco untuk mencari potensi-potensi migas lain diluar wilayah kerja Rimau. Dana komitmen kerja pasti bisa digunakan untuk mencari potensi migas di dalam atau luar wilayah kerja Rimau.
 
"Kalau ada potensi-potensi lain silahkan cari baik di lapangan Rimau sendiri atau pun di luar wilayah kerja," ucap Arcandra.
 
Sementara untuk hak partisipasi, Arcandra menjelaskan, hak partisipasi PT Medco E&P Rimau termasuk didalamnya lima persen yang akan ditawarkan kepada Badan Usaha Milik Daerah sehingga partisipasi interest BUMD menjadi 10 persen.
 
Direktur Utama Medco E&P Indonesia Ronald Gunawan mengatakan, Medco E&P akan terus berkomitmen untuk memenuhi target produksi yang ditetapkan pemerintah. Perusahaan telah mampu menahan laju penurunan alamiah sumur-sumur di wilayah kerja Rimau melalui berbagai inovasi dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja dan lindung lingkungan.
 
"Medco E&P berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan pemerintah. Hal ini membuktikan bahwa perusahaan mampu mengelola wilayah kerja Rimau secara optimal sehingga dapat memberikan sumbangsih bagi pemerintah, industri dan masyarakat untuk pemenuhan energi domestik serta melalui program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi," kata Ronald.
 

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif