"Pada dasarnya kami sepakat PLN harus efisiensi dan itu benar banyak hal yang bisa kami lakukan dalam perjalanan ke depan. Mungkin harus diluruskan, subsidi itu tarif bukan orang miskin," ujar dia di Ruang Sidang Badan Anggaran (Banggar), Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2015).
Dirinya menambahkan, subsidi tarif saat ini dikenakan adalah pada tarif 450 watt dan 900 watt. Hal ini kemudian menyebabkan pemasangan listrik berdaya 900 watt terus meningkat di masyarakat.
"Setiap tahun yang 900 watt ini bertambah besar-besaran, tumbuh 12 persen. Karena orang sudah mulai pandai, pindahkan tarif 1.200-1.300 ke 900," lanjut dia.
Oleh karena itu, Sofyan menginginkan jika nantinya ada mekanisme yang jelas sehingga subsidi listrik benar-bemar bisa dinikmati orang yang kurang mampu. "Jadi bukan menghilangkan, tapi mengembalikan subsidi bagi orang miskin," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News