Widya menduduki posisi Direktur Utama Pertamina pada 11 Agustus 2004 sampai dengan 8 Maret 2005. Dialah orang yang menggagas pembaruan logo di tubuh Pertamina. Filosofi logo baru tersebut tidak hanya membawa Pertamina fokus pada bisnis energi tapi juga berkomitmen pada lingkungan.
Warna hijau mencerminkan ramah lingkungan, biru mencerminkan kehandalan operasi serta SDM Pertamina dalam bersaing serta merah mencerminkan keuletan, ketegasan, dan keberanian dalam menghadapi berbagai macam kesulitan. Dari segi budaya kerja, Widya melanjutkan transformasi budaya dalam tubuh Pertamina di mana insan Pertamina dipacu lebih keras untuk lebih kompetitif dan fokus melayani pelanggan Pertamina.
Salah satu milestone terpenting semasa Widya menjabat sebagai direktur utama adalah berhasilnya Pertamina mendapatkan 45 persen bagian dalam pengelolaan Blok Cepu. Pencapaian ini berkontribusi besar bagi peningkatan produksi migas Pertamina.
Semasa kepemimpinannya, sejumlah inisiatif dan prestasi dicapai oleh Pertamina. Pada 2005, Pertamina berhasil meningkatkan produksi minyak dari 48,4 MMBO di 2004 menjadi 49,6 MMBO di 2005. Kinerja keuangan Pertamina pada 2005 juga meningkat dengan laba bersih 27,4 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Jenazah saat ini masih berada di Singapura dan akan dimakamkan besok (19/8) di TPU Layur Rawamangun, Jakarta Timur. Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News