Anggota DEN Achdiat Atmawinata menuturkan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan penghasil Crude Palm Oil (CPO) terbesar di dunia. Karena itu, kebijakan pemerintah yang mencampur 20 persen CPO ke solar (biodiesel) bakal menjadi alternatif energi baru terbarukan menggantikan bahan bakar konvensional.
"Saya yakin biodiesel bisa menggantikan itu. Indonesia merupakan Arab Saudi untuk biodiesel dan bakal menjadi penghasil terbesar dunia," ujar Achdiat, dalam Forum Dialog bertajuk 'Hipmi: Peluang Bisnis Hilir BBM untuk Pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN)', di Menara Bidakara, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (11/5/2016).
Menurutnya, potensi CPO Indonesia sebanyak 200 juta hektare (ha), dan baru dimanfaatkan sebanyak 11 juta ha saat ini. Potensi tersebut harusnya dimanfaatkan untuk mendorong penggunaan biodiesel pada masyarakat.
"Kita mulai dengan B20 sisanya kasih solar. Teknologi baru dari sawit itu generasi kedua jadi etanol juga. Ini kita sangat berpotensi dan saat ini baru 11 juta ha sudah ada di Indonesia," jelas dia.
Dalam Rancangan Umum Energi Nasional (RUEN), kandungan bahan bakar nabati (biodiesel) pada solar yang saat ini baru sebanyak 20 persen akan ditingkatkan. Pada 2025, campuran tersebut harus sebanyak 23 persen dan pada 20150 harus sebanyak 31 persen.
"Dalam RUEN targetnya pada 2025 sampai 23 persen dan 2050 harus 31 persen. Jika ini digenjot, Indonesia punya alternatif energi bahan bakar dan bisa menggantikan cadangan minyak yang dalam 12-13 tahun mendatang persediaannya menipis," pungkas Achdiat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News