Ubah Harga Premium Harus via Rapat Koordinasi
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Nusa Dua: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mempertimbangkan kondisi PT Pertamina (Persero) atas keputusan penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium.

Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan perusahaan migas pelat merah tersebut baru saja menaikkan harga BBM jenis pertaseries hari ini. Menurutnya, penaikan harga premium tidak mungkin dibarengi dengan menaikkan harga BBM nonsubsidi.

"Kita sudah cek dengan Pertamina, dan saat ini Pertamina dalam proses untuk kenaikan pertamax, pertaseries, dan pertadex," kata Harry di Pavilion Indonesia, Nusa Dua, Bali, Rabu, 10 Oktober 2018.

Selain itu, tambah Fajar, untuk mengubah harga BBM berkadar RON 88 itu juga harus melalui prosedur, yakni melakukan rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan melewatkan satu prosedur yakni rapat koordinasi dengan langsung mengumumkan penaikan harga premium dari Rp6.550 menjadi Rp7.000 per liter.

"Nah ini biasanya untuk pengumuman ini memang diperlukan rakor yang dipimpin oleh Menko Perekonomian. Oleh karena itu, mungkin akan segera dilaksanakan rakor dengan Menko Perekonomian supaya nanti bagaimana kedepannya," jelas dia.

Sementara itu, Staf Khusus III Menteri BUMN Wianda Pusponegoro menjelaskan Pertamina keberatan dalam keputusan itu lantaran belum cukup waktu melakukan sosialisasi kepada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang masih menjual premium. Tercatat ada sekitar 3.185 SPBU yang masih menjual premium.

"Sesuai Perpres harus ada sosialisasi, persiapan teknis di lapangan ternyata ada 3.185 SPBU yang menjual premium. tentunya harus dikordinasikan dengan baik," ujar Wianda.

Atas dasar itu, lanjut Wianda, Menteri BUMN memutuskan untuk meminta Menteri ESDM menunda kenaikan harga premium.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id