Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

400 SPBU Pertamina Terkoneksi Digitalisasi Nozzle

Ekonomi pertamina spbu
Suci Sedya Utami • 18 April 2019 14:36
Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyatakan 400 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) telah terkoneksi oleh digitalisasi atau IT based pada setiap nozzle (alat untuk mengaliri bensin). Dalam satu SPBU terdapat 13 nozzle.
 
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Masud Khamid mengatakan digitalisasi untuk seluruh nozzle yang ada di 5.518 SBBU Pertamina akan selesai pada kuartal tiga tahun ini.
 
"Sekarang sudah tahap integrasi sudah sekitar 400 SPBU di seluruh Indonesia," kata Mas'ud pada Medcom.id, Jakarta, Kamis, 18 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan instalasi yang dilakukan sebenarnya telah mencapai 100 persen. Hanya saja saat ini masih menunggu sistem dashboard yang dirancang oleh PT Telkom.
 
"Masih ada yang harus dirampungkan tapi kan pekerjaan besarnya sudah hampir selesai, fisik sudah, instalasi sudah. Tinggal software-nya dan itu biasanya agak lama," jelas dia.
 
Pertamina dan Telkom sebelumnya menandatangani kerja sama digitalisasi atau IT based pada setiap nozzle. Digitalisasi nozzle dilakukan untuk memastikan data penyaluran BBM terutama Solar yang bersubsidi lebih jelas.
 
"Kita harus terapkan digitalisasi pompa bensin Pertamina secepat mungkin. Seringkali penyaluran enggak akurat, seringkali kelangkaan BBM karena data yang enggak akurat," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dalam penandatanganan tersebut.
 
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineal (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan anggaran subsidi dalam RAPBN 2019 direncanakan mengalami peningkatan, yang mana terbesar dialokasikan untuk subsidi solar. Pemerintah ingin agar subsidi tersebut digunakan secara tepat sasaran. Sebab selama ini penyalurannya pun masih banyak yang tidak efektif.
 
"Kita perlu kebutuhan data tentang siapa pengguna solar ini, apakah benar dimanfaatkan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kalau iya apa buktinya, jadi enggak lagi pakai survei," tutur Arcandra.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif