Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan - - Foto: Medcom.id/ Suci Sedya
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan - - Foto: Medcom.id/ Suci Sedya

Jonan Minta Perusahaan Energi Tingkatkan Nilai Tambah

Ekonomi migas pertambangan kementerian esdm pertambangan dan energi ignasius jonan
Suci Sedya Utami • 02 April 2019 17:30
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta perusahaan energi minyak dan gas (migas) maupun mineral dan batubara (minerba) untuk menciptakan dan meningkatkan nilai tambah.
 
Hal ini lantaran deretan perusahaan energi terpental dari jajaran top 10 dunia dalam sepuluh tahun terakhir seperti Petrochina, Exxon, General Electric, Royal Dutch Shell dan Sinopec. "10 tahun kemudian enggak ada lagi satupun perusahaan extraktif yang masuk top ten largest company di dunia," kata Jonan di Energy Building, Jakarta Pusat, Selasa, 2 April 2019.
 
Mantan Menteri Perhubungan ini tidak mau perusahaan energi makin meredup di era persaingan digital saat ini. Karenanya, perusahaan di sektor migas dan minerba dituntut untuk meningkatkan nilai tambah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan nilai tambah, lanjut Jonan perusahaan-perusahaan yang pernah merajai jajaran kelas wahid dunia itu pun akan mampu bersaing. "Teman-teman yang diindustri ekstraktif enggak usah terlalu baper (melihat posisi saat ini), makanya pemerintah sangat mendorong adanya penciptaan value added," tutur Jonan.
 
Ia mencontohkan perusahaan minerba agar tidak hanya melakukan penggalian tambang kemudian menjual hasil penggalian. Namun bisa menciptakan produk yang memiliki nilai lebih untuk dijual.
 
Salah satu yang upaya untuk menciptakan nilai tambah di sektor pertambangan, yakni dengan menerapkan coal Dimethyl Ether (DME) atau yang dikenal dengan gasifikasi batubara. Gasifikasi batubara adalah proses yang mengubah batubara dari bahan bakar padat menjadi bahan bakar gas.
 
Jonan mengatakan selama ini gasifikasi batubara memang sulit dilakukan karena harus mengganti komponen dan lain sebagainya. Gasifikasi akan membuat pasar batu bara lebih ekonomis serta mengurangi risiko perusahaan karena sudah terbagi dengan off taker.
 
Sementara untuk sektor migas yakni dengan mengembangkan industri petrokimia oleh PT Pertamina (Persero). Saat ini, melalui tiga kilangnya, yaitu Plaju, Dumai, Dai Cilacap, Pertamina memang tengah konsen memproduksi bahan baku petrokimia, yaitu Polypropylene. Bahan baku tersebut sangat dibutuhkan dalam berbagai industri, misalnya bijih plastik.
 


 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif