Rapat dengar pendapat (RDP) Mind Id dengan Komisi VII DPR. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin
Rapat dengar pendapat (RDP) Mind Id dengan Komisi VII DPR. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin

Diteken Maret, Divestasi Vale Kelar September 2020

Ekonomi vale indonesia
Husen Miftahudin • 22 Januari 2020 19:51
Jakarta: Induk perusahaan tambang BUMN, Mining Industry Indonesia (MIND ID) menargetkan tanda tangan kesepakatan pembelian 20 persen saham yang didivestasikan PT Vale Indonesia Tbk paling lambat dilakukan pada Maret 2020. Seluruh proses penyerapan saham perusahaan tambang asal Brasil tersebut diharapkan kelar September 2020.
 
"Kami berharap akan bisa jadi pendantanganan bulan Maret paling akhir dan eksekusi pembayaran sesuai mekanisme pasar modal yaitu kurang lebih enam bulan setelah tanda tangan. Jadi kalau Maret tanda tangan, September selesai," kata Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Januari 2020.
 
Orias menjelaskan, proses pengambilalihan saham Vale sudah dilakukan pada akhir tahun lalu. Proses divestasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Head of Agreement (HoA) yang dilaksanakan pada Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


MIND ID dan Vale kini telah sepakat soal besaran nilai valuasi berdasarkan harga saham Vale di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama selama 12 bulan terakhir. Kesepakatan transaksi divestasi saham Vale tersebut sudah masuk pada tahap persetujuan masing-masing pemegang saham.
 
"Kami harap Februari akan ada approval internal dari MIND ID maupun dari Vale, baik dari komisiaris maupun dari pemegang saham," ungkapnya.
 
Saat ini, posisi kas perusahaan tercatat senilai Rp22 triliun. Dengan kas yang mumpuni tersebut, MIND ID punya kemampuan pinjaman dengan ketentuan yang tidak memberatkan perusahaan.
 
"Proyek besar kami lakukan pinjaman dengan syarat yang lunak di mana grass period empat tahun sehingga cash flow tidak berat," urai Orias.
 
Dengan skema tersebut, jelas dia, perseroan hanya memiliki kewajiban membayar bunga utang setiap tahun tanpa pemenuhan pokok utang hingga tahun keempat. "Begitu juga (divestasi) Vale, pinjaman dan ekseskusi akhir tahun ini sehingga hasil investasi begitu masuk kami bayar pokok," pungkas dia.
 
Pada akhir tahun lalu, Direktur Operasional MIND ID Ogi Prasto Miyono mengatakan pihaknya telah menyiapkan anggaran sekitar USD500 juta atau setara Rp7 triliun untuk bisa mengambil alih 20 persen saham Vale. Anggaran tersebut merupakan pinjaman yang berasal dari sindikasi perbankan, di antaranya MUFG Bank, Bank Mandiri, dan CIMB Bank.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif