Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Asep Fathulrahman)
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Asep Fathulrahman)

Bangun Sektor Pertanian Papua, RI Impor Gas Papua Nugini di 2019

Annisa ayu artanti • 16 Februari 2016 08:21
medcom.id, Jakarta: Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Papua Nugini dalam rencana mengimpor gas untuk keperluan pabrik pupuk dan juga rencana Pemerintah membangun sektor pertanian di Merauke, Papua.
 
Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja mengatakan, sesuai dengan Neraca Gas Indonesia, pada 2019, Pemerintah Indonesia harus mengimpor gas bumi. Di sisi lain, Pemerintah Papua Nugini memiliki produksi gas bumi yang cukup besar. Untuk itu, Pemerintah berencana mengimpor gas dari negara tersebut.
 
"Kita ada program dari Pemerintah yaitu akan membangun ladang pertanian yang sangat luas di Merauke. Jadi kita bisa beli gasnya dia (Papua Nugini), kita bikin pabrik pupuk di Merauke," kata Wiratmaja seperti dikutip dari laman resmi Direktorat Jenderal Migas, Jakarta, Selasa (16/2/2016).

Kedua negara, lanjut Wirat, saat ini tengah membicarakan besaran gas yang dibutuhkan Indonesia dan sebaliknya, Papua juga menghitung kesediaan gasnya. Wiratmaja memperkirakan, kebutuhan gas untuk pabrik pupuk sekitar 150 MMSCFD.
 
Nantinya, impor gas ini dilakukan dengan membangun pipa gas di daerah perbatasan, di lokasi tersebut akan dikembangkan lahan pertanian secara besar-besaran.
 
"Karena di perbatasan, ditarik saja pipanya karena tanah pertanian kita di sekitar Merauke. Ini untuk keperluan pertanian dan rencana ini untuk jangka panjang," jelas dia.
 
Selain akan mengimpor gas, Pemerintah Indonesia dan Papua Nugini juga menjalin kerja sama di bidang studi bersama dan eksplorasi di daerah perbatasan serta berbagi informasi teknologi dan sumber daya manusia di Bontang dan Cepu.
 
"Kita memiliki centre untuk pendidikan LNG operation di Bontang. Jadi kawan-kawan dari Papua Nugini bisa mengikuti pendidikan di Bontang, Cepu dan sebagainya," tutup dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan