NEWSTICKER
Ilustrasi Pertashop. Foto: dok Pertamina.
Ilustrasi Pertashop. Foto: dok Pertamina.

Butuh Rp300 Juta Bangun Pom Bensin Mini

Ekonomi pertamina
Suci Sedya Utami • 28 Februari 2020 13:44
Bali: PT Pertamina (Persero) membuka peluang kerja sama kemitraan bisnis Pertashop atau pom bensin kepada Pemerintahan Desa, koperasi, serta pelaku usaha atau Usaha Kecil Menengah (UKM) di seluruh Indonesia.
 
Melalui kerja sama tersebut, Pertamina menargetkan dari 7.196 kecamatan di Indonesia, sebanyak 3827 kecamatan yang belum memiliki lembaga penyalur akan dibangun satu outlet Pertashop. Pertamina telah melakukan Kick Off Pertashop di Nusa Dua, Bali.
 
Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid mengatakan sebagai agen pembangunan, Pertamina selalu mendorong pertumbuhan ekonomi negara agar semakin berkembang, salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk itu, Pertamina membuka peluang kerja sama kemitraan bisnis Pertashop kepada seluruh pihak di Indonesia.
 
Mas'ud memastikan Pertamina akan memprioritaskan lembaga desa sebagai pengelola Pertashop, sejalan dengan Program Pertamina One Village One Outlet sehingga nantinya Pemerintahan Desa memiliki pusat ekonomi baru.
 
"Pertashop akan menghadirkan produk dengan harga dan kualitas dijamin sama. Dengan konsep ini, kita harapkan keberadaan Pertamina makin terasa manfaatnya dalam menyebarkan energi baik dengan harga dan kualitas terjangkau," tutur Mas'ud, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 28 Februari 2020.
 
Konsep Pertashop, tambah Mas'ud, memiliki tiga kategori yakni Gold, Platinum dan Diamond. Pertashop jenis Gold berkapasitas penyaluran 400 liter per hari dengan luasan lahan yang dibutuhkan sekitar 144 meter persegi. Lokasi dari desa ke SPBU, lebih dari 10 km atau sesuai dengan hasil evaluasi.
 
Adapun jenis Platinum, berkapasitas penyaluran 1.000 liter per hari, memiliki tangki penyimpanan 10 KL, luas lahan 200 meter persegi dan lokasinya di kecamatan yang belum terdapat SPBU. Sementara jenis Platinum berkapasitas penyaluran 3.000 liter per hari, memiliki tangki timbun 10 KL, luas lahan 500 meter persegi dan berlokasi di kecamatan yang belum terdapat SPBU.
 
"Pertamina mengembangkan dua pola investasi, pertama, Pertamina yang berinvestasi dan desa yang menjalankan atau desa yang melakukan Investasi dan ada rasio pembagian keuntungan," imbuh Mas'ud.
 
Mengenai investasi yang dibutuhkan untuk membangun Pertashop tersebut besarannya berkisar dari Rp300 juta hingga Rp700 juta. Untuk kategori Gold dana yang dibutuhkan sebesar Rp300 juta, Platinum Rp500 juta, dan Diamond Rp700 juta.
 
Mas'ud menambahkan, bagi yang berminat kerja sama bisnis Pertashop bisa menyiapkan lahan/lokasi yang sesuai dilengkapi dokumen badan usaha atau badan hukum, nanti akan dilakukan survei lapangan untuk melihat kelayakan dari omzet dan jarak dengan SPBU atau lembaga penyalur Pertamina yang telah dibangun sebelumnya.
 
Setelah itu, pengurusan administrasi perizinan ke Pemda selanjutnya mengajukan desain dan pembangunan dan tahap akhir adalah kontrak kerja sama dengan Pertamina antara 10-20 tahun.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif