Kebijakan Libur Lebaran Ringankan Beban Pertamina
Pertamina. MI/SAFIR MAKKI.
Banten: PT Pertamina (Persero) menyatakan kebijakan libur Lebaran yang diterapkan pemerintah tahun ini sangat membantu perseroan mengelola kebutuhan masyarakat terhadap BBM.

General Manager Marketing Pertamina Erry Widiastono mengatakan kebijakan tersebut turut meringankan beban Pertamina  dalam melayani kebutuhan masyarakat.

Sebab manajemen libur mudik yang dibuat panjang dapat memecah kemacetan dan berpengaruh pada kebutuhan BBM yang berkurang.

"Tahun lalu kami sudah sibuk melayani dengan motor (mengantar sana sini di lokasi macet), tahun ini enggak terjadi mobil sampai berhenti, jadi bisa me-manage dengan baik," kata Erry dalam diskusi bertajuk mudik di Kantor ASDP, Merak, Banten, Selasa, 12 Juni 2018.

Dia bilang kebijakan tersebut juga turut mengubah pola konsumsi BBM. Erry mengatakan tahun lalu peningkatan kebutuhan BBM terjadi pada H-10. Sedangkan tahun ini terjadi pada H-11.

"Kelompok premium pertamax pertalite pertamax turbo meningkat 13,6 persen dari normal 6,1 persen. Tapi itu masih dibawah prediksi dari estimasi 3,5 persen tahun ini. Akan naik terus puncaknya di H-2. Ini agak berbeda dengan tahun lalu," jelas dia.

Sementara untuk kelompok BBM jenis solar, biosolar dan dexlite di H-4 tahun ini turun 4,4 persen dari kondisi normal. Hal ini juga karena adanya pembatasan angkutan berat sehingga pengguna BBM jenis ini hanya bus.

"Kelihatannya akan naik lagi H+10 habis Lebaran, dia akan recovery lagi," pungkas Erry.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id