Pelaksanaan Program B20 Belum Optimal

Suci Sedya Utami 26 Oktober 2018 20:53 WIB
biofuel
Pelaksanaan Program B20 Belum Optimal
Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Rida Mulyana (tengah). (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Jakarta: Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui pelaksanaan kebijakan mandatory biodiesel 20 persen (B20) masih belum sesuai yang diharapkan.

Dirjen EBTKE Rida Mulyana mengatakan sebenarnya dari sisi pasokan atau produksi minyak nabati (fame) mencukupi. Namun kendalanya yakni pada proses logistik atau distribusi dikarenakan ketersediaan kapal yang kurang memadai.

"Mengangkut fame itu tidak sembarang kapal ternyata. Pertamina mengeluarkan persyaratan kapal harus begini-begini sebelum nantinya fame tersebut masuk ke kilang Pertamina," kata Rida di Ditjen EBTKE, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 26 Oktober 2018.

Selain kapal, kesiapan fasilitas pencampuran (blending facility) serta tanki penyimpanan juga menjadi penghambat kelancaran program B20. Oleh karenanya untuk memaksimalkan pengiriman fame ke Pertamina maka diputuskan untuk mengurangi titik penyaluran terminal bahan bakar minyak (TBBM).

Rida bilang untuk Pertamina awalnya ada 86 titik TBBM yang harus mendapatkan pasokan fame. Mulai 1 Januari 2019 titiknya diperkecil menjadi 10 yaitu Kilang Dumai, Kilang Plaju, Kilang Cilacap, Kilang Balikpapan, Kilang Balongan, Kilang Kasim, TBBM Pulau Laut Kalsel, TBBM Tuban Jatim, TBBM Sambas, dan TBBM Medan.

"Pola ini lebih banyak efektif dan ini paling lambat 1 Januari untuk 2019 itu harus sudah di bawah konfigurasi ini. Pertamina hanya menyediakan 10 titik yang didatangi oleh Fame," tutur Rida.

Selain itu pemerintah juga akan menyediakan floating storage atau tempat penyimpanan fame di titik-titik milik Pertamina yang belum menyiapkan tanki khusus.

Lebih jauh dia menambahkan meski pelaksanaanya tahun ini belum maksimal namun Rida menjamin lebih baik dibanding tahun sebelumnya. "Kami akui program B20 belum optimum tapi bisa kami klaim pelaksanaannya better," jelas Rida.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id