Ambil Alih Freeport, Inalum Terbitkan Obligasi USD4 Miliar

Suci Sedya Utami 10 November 2018 13:25 WIB
freeportinalum
Ambil Alih Freeport, Inalum Terbitkan Obligasi USD4 Miliar
Ilustrasi tambang Freeport. (FOTO: AFP)
Jakarta: PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum akan menerbitkan obligasi berdenominasi valuta asing (global bond) sebesar USD4 miliar.

Hal tersebut diketahui dalam unggahan foto di akun media sosial Instagram milik Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin. Dalam foto tersebut Budi bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN, Gatot Trihargo dan Deputi bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius K Ro tengah berada di New York, Amerika Serikat.

Dalam keterangan foto tersebut Budi menuliskan baru saja menyelesaikan kesepakatan obligasi global senilai USD4 miliar di New York. Bersiap untuk kembali pulang setelah 10 hari yang sangat melelahkan.

"Just after closing a USD4 billion global bond late evening in New York. Ready to go bank home after 10 grueling days," tulis Budi dalam unggahan fotonya yang dikutip Medcom.id, Sabtu, 10 November 2018.

Dari data yang diperoleh Medcom.id, dana tersebut rencananya bakal digunakan Inalum untuk membayar transaksi divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar 51 persen.

Penerbitan tersebut terbagi atas empat termin yakni USD1 miliar dengan tenor tiga tahun dan yield 5,5 persen. USD1,25 miliar dengan tenor lima tahun dan yield enam persen.

Sementara USD1 miliar dengan tenor 10 tahun dan yield 6,875 persen. Serta USD750 juta dengan tenor 30 tahun dan yield 7,375 persen.

Penerbitan obligasi ini telah mendapatkan rating Baa2 dari lembaga pemeringkat Moody's dan BBB- dari Fitch Rating. Adapun bank joint global coordinators (JGC) yakni BNP Paribas, Citi, dan MUFG.

Sementara yang bertindak sebagai joint book runner (JBR) yakni BNP Paribas, CIMB, Citi, Maybank, MUFG, SMBC Nikko, dan Standard Chartered.

Menurut sumber terpercaya yang tidak mau disebutkan identitasnya, uang hasil penerbitan ini baru akan diterima sekitar 15 November 2018.

Seperti diketahui sebelumnya untuk bisa memiliki saham mayoritas PTFI, Inalum mesti merogoh kantong sebesar USD3,85 miliar. Budi berjanji untuk melunasi transaksi tersebut pada Desember 2018.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id