VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman. FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami
VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman. FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami

Penanganan Kebocoran Minyak Pertamina Ditargetkan Beres Awal Oktober

Ekonomi stok bbm minyak mentah
Suci Sedya Utami • 12 September 2019 08:30
Jakarta: PT Pertamina (Persero) menargetkan penanganan kebocoran minyak di sumur YYA-1 Lapangan YY, Blok Offshore North West Java (ONWJ) Karawang bisa beres pada Oktober 2019. Tenggat tersebut merupakan batas waktu yang diestimasikan guna menutup sumur migas yang mengalami kebocoran.
 
"Penutupan sumur tersebut kami estimasikan paling lama 8 Oktober," kata VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 11 September 2019.
 
Dirinya mengatakan progres pengeboran sumur (relief well) yang dilakukan untuk menutup kebocoran juga lebih cepat dibandingkan dengan perkiraan. Hingga saat ini, dia bilang, pengeboran sudah sampai kedalaman 8.900 kaki (feet).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun target pengeboran untuk menutup sumur dengan pengecoran semen mencapai 9.000 feet atau 2.765 meter. Saat ini jarak sumur yang mengalami keboran dengan pengeboran juga makin menyempit dari satu kilo meter menjadi satu meter.
 
Sebelumnya VP Relations Pertamina Hulu Energi (PHE) Ifki Sukarya mengatakan penutupan sumur YYA-1 dilakukan dengan melakukan pengeboran melalui sumur baru YYA-1RW. Menurut Ifki, pengeboran sumur yang dibor secara miring ini membutuhkan akurasi tinggi karena harus mencari dan menemukan lubang sumur YYA-1.
 
Setelahnya, baru dipompakan lumpur berat ke dalam sumur baru dengan tujuan mematikan sumur YYA-1. PHE ONWJ memakai perusahaan well control kelas dunia untuk mematikan sumur YYA-1 itu yakni Boots & Coots. Perusahaan asal AS itu telah berpengalaman dan terbukti menghentikan insiden serupa sumur YYA-1, dengan skala jauh lebih besar di Teluk Meksiko.
 
"Nanti, setelah sumur YYA-1 dinyatakan mati akan dilakukan monitoring selama 24 jam penuh sebelum dilanjutkan ke proses plug and abandon atau penutupan sumur secara permanen," pungkas Ifki.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif