Ilustrasi. FOTO: AFP/Scanpix
Ilustrasi. FOTO: AFP/Scanpix

Chevron Berencana Lepas Hak Kelola Proyek Migas Laut Dalam

Ekonomi chevron
Suci Sedya Utami • 21 Januari 2020 07:40
Jakarta: PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) memberikan peluang untuk memberikan hak kelola atau operator proyek minyak dan gas (migas) Ultra Laut Dalam (Indonesia Deepwater Development/IDD) pada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) lain.
 
Manager Corporate Communication Chevron Pacific Indonesia Sonitha Poernomo mengatakan saat ini melalui anak usahanya yakni Chevron Rapak Ltd telah membuat ruang data untuk memfasilitasi diskusi mengenai identifikasi mitra yang potensial untuk IDD. Dia bilang hingga saat ini belum ada keputusan akhir mengenai diskusi tersebut.
 
"Tapi sampai saat ini belum ada keputusan akhir siapa yang akan mengelola IDD," kata Sonitha, ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 20 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pencarian mitra dilakukan karena Chevron melihat proyek pengembangan tahap kedua ini tidaklah ekonomis jika ditanggung sendiri. Dia meyakini dengan mencari mitra diharapkan dapat menghasilkan produksi yang lebih baik.
 
"IDD tahap dua tidak dapat bersaing untuk mendapatkan modal dalam portofolio global Chevron. Kami percaya proyek ini akan memiliki nilai untuk operator lain dan Kutei Basin dapat terus dikembangkan dengan aman dan bertanggung jawab," jelas Sonitha.
 
Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengindikasikan potensi molornya proyek IDD. Kepala SKK Migas Dwi Sotjipto mengatakan semula proyek yang dioperatori oleh PT Chevron Pacific Indonesia ditargetkan selesai pada 2024 kemungkinan akan mundur menjadi 2025.
 
"IDD Kalimantan Timur yang saat ini dipegang oleh Chevron kita berahap di 2024 atau mungkin 2025 kita harapkan," kata Dwi.
 
Dwi menjelaskan, kelanjutan proyek ini bergantung pada keputusan mitra dan rencana pengembangan. Jika hingga 2020 belum ada kejelasan terhadap proyek tersebut potensi molornya proyek akan semakin besar.
 
"IDD kan akan kita menunggu nanti tindak lanjut dari chevron seperti apa," ucap dia.
 
Proyek IDD tahap dua direncanakan memiliki kapasitas terpasang sebesar 1,1 miliar kaki kubik gas alam dan 47 ribu barel kondensat per hari.Saat ini kepemilikan saham Chevron pada proyek IDD sebesar 63 persen. Sisanya, dikuasai mitra usaha seperti Eni, Tip Top, Pertamina Hulu Energi, dan Mitra Muara Bakau.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif