Bahlil Lahadalia Dilantik Jadi Menko  Hilirisasi dan Transisi Energi. Foto: BPMI
Bahlil Lahadalia Dilantik Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi. Foto: BPMI

Rangkap Jabatan, Ini Tugas Bahlil di Kursi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi

Annisa ayu artanti • 02 Oktober 2026 14:30
Ringkasnya gini..
  • Bahlil Lahadalia kini merangkap sebagai Menteri ESDM sekaligus Menko Hilirisasi dan Transisi Energi.
  • Jabatan baru ini menyatukan agenda hilirisasi SDA dan percepatan energi bersih dalam satu koordinasi.
  • Bahlil bertugas mendorong nilai tambah SDA di dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, kini dipercaya merangkap sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi setelah dilantik pada Kamis, 1 Oktober 2026 di Istana Negara, Jakarta. 

Dilansir dari laman Kementerian ESDM pada Jumat, 2 Oktober 2026, Bahlil dengan jabatan barunya tidak hanya mengurus sektor energi, tetapi juga mengkoordinasikan dua agenda besar pemerintah, yaitu hilirisasi sumber daya alam (SDA) dan percepatan transisi menuju energi bersih yang sebelumnya berjalan dengan fokus masing-masing. 

Bahlil menjelaskan perubahan tersebut berkaitan dengan kondisi geopolitik dan ekonomi global yang semakin dinamis, ditambah kebutuhan untuk mempercepat penggunaan energi bersih juga terus meningkat.

“Dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu dan konstelasi dinamika ekonomi dunia juga yang menuntut untuk terjadinya energi yang bersih maka Bapak Presiden memandang penting untuk program-program prioritas terkait dengan hilirisasi, terkait dengan transisi energi sebagai komitmen global dari Paris Agreement, maka ini tidak bisa dilakukan dengan cara parsial tapi harus dilakukan dengan komprehensif, terukur,” kata Bahlil.

Dalam hal ini, pemerintah ingin proses pengolahan SDA di dalam negeri tidak hanya menghasilkan produk bernilai tambah, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan energi dan arah peralihan menuju energi yang lebih bersih.
   

Apa yang Akan Dikerjakan Bahlil?


Ada dua sasaran besar yang ingin dikejar Bahlil melalui jabatan baru tersebut. Pertama, meningkatkan nilai tambah SDA di dalam negeri melalui hilirisasi. Kedua, memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Kedua sasaran tersebut memiliki dampak langsung terhadap masyarakat dan dunia usaha, mulai dari penciptaan lapangan kerja, penerimaan negara, dan memastikan ketersediaan energi.

Tugas tersebut sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru bagi Bahlil. Sebelumnya, ia sudah memimpin Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional yang bertugas menyiapkan proyek-proyek prioritas hilirisasi sebelum masuk tahap pelaksanaan.

Pada Maret 2026, Bahlil juga ditunjuk sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Transisi Energi untuk mendorong implementasi energi baru terbarukan, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan