Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Usulan Kementerian ESDM terkait Asumsi Sektor Energi 2020

Ekonomi kementerian esdm RAPBN 2020
Suci Sedya Utami • 20 Juni 2019 19:29
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Komisi VII DPR menggelar rapat kerja membahas mengenai asumsi dasar di sektor energi untuk 2020.
 
Dalam rapat kerja tersebut, Menteri ESDM Igansius Jonan memaparkan pihaknya mengusulkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar USD60 per barel. Asumsi ini memang lebih rendah dibanding asumsi di 2019 yang sebesar USD70 per barel. Namun Jonan mengatakan hingga akhir tahun, ICP diperkirakan berada pada level USD60 per barel.
 
"Hingga hari ini rata-ratanya USD63 per barel dan mungkin kalau ditanya sampai Desember berapa, mungkin USD60 per barel. Kita enggak bisa bilang pasti USD70 per barel, enggak bisa," kata Jonan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 20 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya mengatakan tidak ada yang bisa memperkirakan ICP dengan tepat. Sebab gejolak di global masih tinggi seperti perang dagang Tiongkok-Amerika Serikat serta geopolitik di Timur Tengah.
 
Kemudian asumsi lifting minyak dan gas (migas) diusulkan sebesar 1,893 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) dengan rincian lifting minyak bumi 734 ribu per barel (BOPD) dan lifting gas 1,159 juta BOEPD. Sementara cost recovery sekitar USD10 miliar hingga USD11 miliar.
 
Adapun volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar 16,14 juta kiloliter (kl) terdiri dari volume minyak tanah 560 ribu kl dan minyak solar 15,58 juta kl. Sedangkan volume LPG 3 kg yang disubsidi sebesar 6,978 juta metrik ton.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif